Anita dan aku duduk di bawah satu-satunya pohon yang tersisa di pinggir trotoar di sudut perempatan lampu merah tempat kami biasa mengamen setiap hari. Cuaca panas terik disiang ini, kamipun beristirahat sebentar sembari mengobrol ringan. Anita sedang dalam masa-masa dimana rasa ingin tahunya sangat tinggi, setiap ada waktu ngobrol berdua, dia selalu saja banyak bertanya.
"Perempuan yang paling tangguh itu siapa kak?" Tanya Anita.
"Hmm, Laksamana Malahayati." Jawabku.
"Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati, dia adalah pahlawan nasional selain itu ada juga Cut nyak Dhien dan Cut nyak Meutia semua berasal dari Sumatra tepatnya di Aceh." Tambah ku lagi.
Asal kau tau saja, anak ini tak akan berhenti hanya dengan satu pertanyaan saja. Dia bertanya lagi
"Perempuan tercantik kak?"
"Annelies." Jawabku singkat.
"Orang munafik itu seperti apa kak?" Ia bertanya lagi sambil menawarkan air minum. Aku ragu menjawabnya karena takut salah memberikan jawaban. Namun mata dan wajah ketus nya meminta sebuah jawaban yang memuaskan.
"Orang yang menggunakan agama dan tuhan demi kepentingan duniawi." Jawabku.
Anita terus bertanya begitu juga sebaliknya aku terus menjawab pertanyaanya.
"Tempat yang paling aman dimana kak?" Ia bertanya
"Arab saudi, karena polisi tak akan mengejarmu." Jawabku.
"Sebaiknya aku nanti jadi apa ya kak?" Ia bertanya lagi
"Filsuf." Jawabku lagi.
"Apa kelak kakak akan menikah?" Ia bertanya lagi
"Iya, setelah Joseph Stalin bangkit dari kubur." Jawabku lagi.
Sebelum Anita bertanya lagi, langsung ku interupsi. Sebaiknya pertanyaanmu menarik karena ini pertanyaan terakhir mu siang ini. Lalu dia bertanya...
"Kata orang-orang yang maha kuasa itu uang ya kak?"
"Selain uang. Ialah Mayoritas." Jawabku sambil tersenyum, karena senyum sangatlah penting bagi manusia yang menjalani hidup sedemikian keras untuk anak-anak seusia kami, jalanan telah menempa kami, agar terbiasa mengenyam kerasnya hidup, bukan pendidikan. Karena bagi kami itulah pendidikan formal kami. Kalian yang sudah terbiasa dengan standart hidup menengah keatas tak akan pernah mampu, tak akan pernah merasakan makan sampah, tidur beralaskan kardus, nyaris dijual, bahkan disodomi. Kalian tak akan pernah mengerti apalagi kuat. DNA petarung sudah tertanam dari benih sperma laki-laki yang tumpah di vagina dan membuahi perempuan yang membuang kami hanya beberapa saat setelah kami menghirup udara yang hingga kini masih gratis untuk dihirup. Hanya karena moral dan norma-norma buatan manusia mereka tega memperlakukan bayi tak berdaya tanpa pertanggung jawaban moral dan norma-norma yang mereka puja dan takuti. Anita ku temukan diselokan, di bawah satu-satunya pohon yang tersisa di pinggir trotoar di sudut perempatan lampu merah tempat kami biasa mengamen setiap hari. Menyambung perihal jawaban ku atas pertanyaan terakhir Anita yang menurutku cukup menarik tadi, dimana ketika sebuah kepercayaan yang dianut oleh sebuah kelompok mayoritas digunakan oleh para pemuka untuk sebuah kepentingan duniawi yang dipaksakan maka mereka terlihat menjijik kan.
Seperti hal nya sang pemimpi yang ada didunia, aku sangat kecewa pada kenyataan yang ada didunia. Mengapa orang-orang yang menganggap dirinya patut di beri label orang suci menggunakan agama demi kepentingan duniawi betapa haus kah mereka dengan kekuasaan, begitu gila hormat kah mereka sehingga tidak ada cara lain yang bisa digunakan, selain memanfaatkan agama demi menggiring opini publik akan lakon lelucon kebohongan tentang keadilan sosial yang mereka umbar dari atas altar hipokrit yang berlumur darah dan air mata kaum tertindas. Sudah tengah hari waktunya untuk rutinitas berikutnya, kerja paruh waktu sebagai tukang sapu sebuah perpustakaan yang nyaris bangkrut, aku harus kerja keras dan harus terus punya uang demi kebutuhan perut terkutuk kami, perut adalah kutukan yang membuat manusia harus terus bekerja. Manusia adalah kelas pekerja kecuali keluarga cendana.
