Rabu, 08 Mei 2019

Anak-anak haram yang dipelihara waktu

Anak-anak haram yang dipelihara waktu


Anita dan aku duduk di bawah satu-satunya pohon yang tersisa di pinggir trotoar di sudut perempatan lampu merah tempat kami biasa mengamen setiap hari. Cuaca panas terik disiang ini, kamipun beristirahat sebentar sembari mengobrol ringan. Anita sedang dalam masa-masa dimana rasa ingin tahunya sangat tinggi, setiap ada waktu ngobrol berdua, dia selalu saja banyak bertanya.
"Perempuan yang paling tangguh itu siapa kak?" Tanya Anita.
"Hmm, Laksamana Malahayati." Jawabku.
"Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati, dia adalah pahlawan nasional selain itu ada juga Cut nyak Dhien dan Cut nyak Meutia semua berasal dari Sumatra tepatnya di Aceh." Tambah ku lagi.
Asal kau tau saja, anak ini tak akan berhenti hanya dengan satu pertanyaan saja. Dia bertanya lagi
"Perempuan tercantik kak?" 
"Annelies." Jawabku singkat.
"Orang munafik itu seperti apa kak?" Ia bertanya lagi sambil menawarkan air minum. Aku ragu menjawabnya karena takut salah memberikan jawaban. Namun mata dan wajah ketus nya meminta sebuah jawaban yang memuaskan.
"Orang yang menggunakan agama dan tuhan demi kepentingan duniawi." Jawabku.
Anita terus bertanya begitu juga sebaliknya aku terus menjawab pertanyaanya.
"Tempat yang paling aman dimana kak?" Ia bertanya
"Arab saudi, karena polisi tak akan mengejarmu." Jawabku.
"Sebaiknya aku nanti jadi apa ya kak?" Ia bertanya lagi
"Filsuf." Jawabku lagi.
"Apa kelak kakak akan menikah?" Ia bertanya lagi
"Iya, setelah Joseph Stalin bangkit dari kubur." Jawabku lagi.
Sebelum Anita bertanya lagi, langsung ku interupsi. Sebaiknya pertanyaanmu menarik karena ini pertanyaan terakhir mu siang ini. Lalu dia bertanya...
"Kata orang-orang yang maha kuasa itu uang ya kak?" 
"Selain uang. Ialah Mayoritas." Jawabku sambil tersenyum, karena senyum sangatlah penting bagi manusia yang menjalani hidup sedemikian keras untuk anak-anak seusia kami, jalanan telah menempa kami, agar terbiasa mengenyam kerasnya hidup, bukan pendidikan. Karena bagi kami itulah pendidikan formal kami. Kalian yang sudah terbiasa dengan standart hidup menengah keatas tak akan pernah mampu, tak akan pernah merasakan makan sampah, tidur beralaskan kardus, nyaris dijual, bahkan disodomi. Kalian tak akan pernah mengerti apalagi kuat. DNA petarung sudah tertanam dari benih sperma laki-laki yang tumpah di vagina dan membuahi perempuan yang membuang kami hanya beberapa saat setelah kami menghirup udara yang hingga kini masih gratis untuk dihirup. Hanya karena moral dan norma-norma buatan manusia mereka tega memperlakukan bayi tak berdaya tanpa pertanggung jawaban moral dan norma-norma yang mereka puja dan takuti. Anita ku temukan diselokan, di bawah satu-satunya pohon yang tersisa di pinggir trotoar di sudut perempatan lampu merah tempat kami biasa mengamen setiap hari. Menyambung perihal jawaban ku atas pertanyaan terakhir Anita yang menurutku cukup menarik tadi, dimana ketika sebuah kepercayaan yang dianut oleh sebuah kelompok mayoritas digunakan oleh para pemuka untuk sebuah kepentingan duniawi yang dipaksakan maka mereka terlihat menjijik kan.
Seperti hal nya sang pemimpi yang ada didunia, aku sangat kecewa pada kenyataan yang ada didunia. Mengapa orang-orang yang menganggap dirinya patut di beri label orang suci menggunakan agama demi kepentingan duniawi betapa haus kah mereka dengan kekuasaan, begitu gila hormat kah mereka sehingga tidak ada cara lain yang bisa digunakan, selain memanfaatkan agama demi menggiring opini publik akan lakon lelucon kebohongan tentang keadilan sosial yang mereka umbar dari atas altar hipokrit yang berlumur darah dan air mata kaum tertindas. Sudah tengah hari waktunya untuk rutinitas berikutnya, kerja paruh waktu sebagai tukang sapu sebuah perpustakaan yang nyaris bangkrut, aku harus kerja keras dan harus terus punya uang demi kebutuhan perut terkutuk kami, perut adalah kutukan yang membuat manusia harus terus bekerja. Manusia adalah kelas pekerja kecuali keluarga cendana.

Senin, 20 Oktober 2014

CABRIK ( catatan buruh pabrik )

CABRIK ( catatan buruh pabrik )
Pagi ini sangat lengang pukul 9:43,.
Susana pabrik sangat lengang. Para buruh pabrik sudah mulai berhenti bekerja untuk sementara karena sepinya transporter yang biasa mengangkut muatan hari ini, namun berbanding terbalik dengan suasana diruangan kerjaku ini berbagai macam suara bergantian dari suara printer, suara telpon berdering, suara aungan hardisk komputer yang usianya jauh lebih tua dari keponakanku, dan sungguh ini terdengar seperti suara pria besar menangis sejadinya setelah ditinggal istrinya main serong, dan satu lagi. Suara musik remik yang sangat mengganggu dari ruangan bos kantorku, rasanya membawaku kedalam lingkaran orgen tunggal, yah! memberikan sensasi     berada dilingkaran saiton, inilah yang kadang bisa memicu stres dilingkungan kerja, belum ditambah teman yang kadang menyebalkan, atau membayangkan ada rekanan membawa anaknya yang nakalnya minta ampun dilingkungan kerja, atau pelanggan yang resek, tapi yakinlah itu semua bisa diredam oleh sentuhan lagu-lagu semakbelukar yang bisa memberi energy positif, ya... setidaknya menghindari stress berlebih yang memicu hipertensi tingkat tinggi maaf jika ini terlalu hiperbola…
"siang yang panas itu sangat terasa aroma tubuh mereka(buruh) yang busuk, wangi atau busuk setiap individu mungkin memiliki kebusukan hati, meskipun tak semuanya berhati busuk."
Terdengar suara bisik-bisik pembicaraan dilobi kantor antara bos tua yang cina, bos batak yang intelek dan dua bos jawa yang merupakan asisten dari bos batak yang intelek.! banyak yang mereka bicarakan terutama bos batak yang intelek. dengan nada yang pelan namun pasti sepertinya mereka sedang membicarakan hal-hal yang lumayan tabu, labirin telingaku yang terjamah, mulai terusik sepertinya obrolan yang menarik, dia itu sangat dominan dari semua "the bosgeng", dia itu yang mana?, ya yang itu, bos batak yang intelek!, begitulah mereka jika sedang  kumpul. Seperti gerombolan si berat ditambah gufi yang tampak akrab, maaf jika ini juga terlalu hiperbola…
Dari suara-suara yang terdengar di telinga ku sepertinya dia membahas sejarah kaum buruh yang selalu identik dengan sabda karl mark, menjelaskan isi das kapital, pergesekan antara kapitalisme,sosialisme, komunisme dan isme-isme yang membuat bos-bos lain hanya angguk-angguk,  iya-iya, geleng-geleng, kemudian sesekali ber dehemmmm, hmm, lalu hmmm dan hmmmm lagi…berusaha mengimbangi. Aku kagum dengan pengetahuanya, wajahnya yang begitu lugu dan terlihat jarang sekali bekerja berat itu ternyata pintar, wajarlah jika iya mendapatkan posnya yang sekarang ini sebagai pengenyam pendidikan tinggi dan meraih beberapa gelar sarjana berbeda sekaligus, jadilah ia sebagai bos batak yang intelek!, sungguh wajar jika rambut dibagian tengah kepalanya sudah mulai botak diusianya yang masih terlalu muda untuk memimpin banyak kepala sekaligus.
akhirnya obrolan mereka mentok ditragedi'65, yang membuat bos-bos lain hanya angguk-angguk,  iya-iya, geleng-geleng, kemudian sesekali ber dehemmmm, hmm, lalu hmmm dan hmmm lagi… akhirnya obrolan atau begesa panjang itu berlanjut ke semakin menjamurnya buruh-buruh disini yang bergabung ke serikat buruh, aku berpendapat jika dia tidak menjadi bos di sini mungkin dia akan menjadi ketua serikat buruh yang sedang ia dan "the bosgeng" bahas sekarang!. ada banyak ketakutan dari mereka, si bos-bos bersatu ini.
“Dipabrik ini, mereka(buruh) sangat materialism dan bersifat sekuler wajar jika kaum mereka(buruh) identik dengan komunism, namun aku pikir mereka ikut serikat buruh bukan karna mereka komunis atau serikat buruh itu sarang komunis, terlepas dari pembahasan yang membuat mual diatas, mereka(buruh) hanya berusaha mencari perlindungan dengan bergabung ke serikat buruh agar hak-hak mereka tidak di curangi oleh pihak pabrik,..”
Kisah yang tak bisa diabaikan, dari balik jendela kasir…
Mungkin ini kisah yang masih lumayan hangat dikepala anee, semoga entee bisa menikmatinya,
dikota ini lama bekerja tidak menjamin seorang buruh akan sejahtera, jika ditanya pertanyaan kecil seperti, “apakah hidupmu sekarang lebih baik?,” jawabnya “ya, sedikit lebih baik dari orang yang kelaparan!.” dijawab dengan wajah tanpa senyum.
Jika anda lapar, janganlah merebut hak orang, apalagi salah merebut hak orang, apalagi jika orang yang kau rebut haknya itu pak Dailan, maka dia akan menikam dubur  hingga menembus ke kemaluan mu dengan badik berkarat yang kemana-mana dibawanya, pak Dailan itu seonggok daging teraniaya, yang dua puluh tiga tahun menjadi buruh dan belum punya rumah sendiri, potret menyedihkan dari buruh yang merupakan ujung tombak kemakmuran, ironis, terlalu sering majas ini digunakan untuk merepresentasikan pahitnya realita penyayat luka yang masih bernanah! Tuhan berkahilah pak Dailan.
Saat pertama kali aku berbicara dengan pak dailan ditempat yang sama, dibalik jendela kasir. Kalimat pertama yang diucapkannya padaku adalah sebuah pertanyaan.
”Apedio yang kau denger???.”  Saat itu aku memang sedang mendengarkan lagu melalui handphone ku. Kemudian kujawab,.
“Lagi nenger lagu pak, lagu the smiths.”
“Judulnyo apo?”
Tanya nya lagi.
“Shakespeare’s sister” jawabku keras, karena lagu yang kudengar bervolume lumayan tinggi. Kulepaskan headphone ku sambil bertanya balik.
“Bapak tahu dan seneng the smiths ye?.”
“Idak.”
Jawabnya datar, sambil memberiku surat pengantar pengambilan.
Tadinya aku berharap pak dailan juga tau dan menyukai the smiths, aku jadi ingat kejadian di dua film. Yang pertama, seperti awal obrolan caharlie dan sam difilm the perks of being a wallflower, yang ternyata keduanya juga penyuka the smiths, saat sam bertanya pada Charlie lagu the smiths yang mana yang ia suka, kemudian di jawab Charlie, asleep dari album lauder than bombs,. Atau  yang kedua difilm (500) days of summer ketika itu dari dalam lift pada awal pertemuan summer dan tom yang juga dibumbui lirik lagu the smiths there is a light that never goes out. Meskipun aku dan pak dailan tidak seperti Charlie dan sam atau juga tom dan summer yang sama-sama penyuka the smiths, setidaknya entah itu kebetulan atau bukan music bisa menjembatani silaturahmi antar sesama manusia, ini semua sangat positif dan pada kejadian yang kualami selama ini, itu semua melalui the smiths, aku makin mengilai music juga the smiths.
Suatu ketika disaat semua masih menikmati cuti bersama setelah libur hari raya kami para buruh sudah ada yang masuh kerja dikarenakan pabrik tempat kami bekerja bergerak dibidang pelayanan public termasuk juga tempat pak dailan bekerja.
Pagi itu pak dailan sudah marah-marah dia merasa tidak puas dengan perlakuan bos dan juga tempat ia bekerja selama dua puluh tiga tahun. Aku sudah paham betul dengan cara dan gaya bicaranya yang terkesan kencang dan memanaskan suasana, dengan aksen khas dirinya yang kental.
“Bangsat, bos pabrik aku ni la gilo nian!”
“Ngapo pak dai pagi-pagi la marah-marah ni?”
Tanyaku sekedar basa basi, karena setelah itu ia mulai dominan dalam pembicaraan ini.
“Cak mano dak kesel nak, saban waktu ditelponi, dio tu bepikir akuni dak kerjo tula, padahal aku digudang tula begawe bekeringet sampe ke sempak-sempak, dimato dio tu aku nila pembangkang, kapan bae dio tu kulanjak ke dibelakang gudang.”
“sabar pak dai namonyo jugo kito begawe samo uwong” coba menenangkan.
“Nak,  kalo kau nak tau akuni la jenuh begawe lemak la aku berenti bukak usaha dewek, la duo puluh tigo taun aku begawe dari jaman si harto memerintah sampe si harto dikudeta, ruma dewek be aku dak katek, aku la nemen nian buat ulah Cuma masih be dak diberentikenyo jugo.”
“ngapo pak dai dak ngunduri diri bae?” memberikan saran.
“kalu aku ngunduri diri dio Cuma galak ngenjuk tigo bulan gaji. Nangani dio be laju, kemaren be pas cuti bersamo aku disurunyo masuk begawe tapi aku dak galak.”
“Ngapo kamu dak galak pak lumayan kan diitung lembur.”
Dijawab pak dai dengan mata melotot dan ngotot!
“Mahap bae, sehari lembur Cuma dibayar Rp, 16.000, lemak aku dirumah be, ngumpul samo keluargo jarang-jarang ngabisi waktu seharian samo anak bini.”
Ada benarnya juga apa yang dikatakan pak dailan, nominal Rp, 16.000/hari sangat keji bila dibandingkan dengan kantor kami yang membayar lembur karyawan Rp, 18.425/jam angka yang sangat jauh berbeda, wajar pak dailan uring-uringan. Mungkin organisasi buruh dipabrik tempat pak dailan bekerja tidak berjalan seperti dipabrik tempatku bekerja, karna jika dipabrik kami setiap buruh dibayar Rp, 16.000/hari, akan ada demo buruh besar-besaran, dimana sekte-sekte buruh garis keras yang dipeyungi serikat buruh akan membuat the bosgang bersatu uring-uringan
Pak dailan adalah potret melaratnya kaum buruh dinegeri ini. Potret perlawanan seorang buruh yang tak didukung oleh lingkungan sekitaran pabriknya, maka saran saya setiap buruh harus ikut serikat buruh biar perlawananya tak sia-sia seperti pak dailan yang dua puluh tiga tahun menjadi buruh dan belum juga memiliki rumah sendiri.


Akhir tahun menanti kenaikan upah minimum yang tak seberapa...
Komunis atau tidak, atheis atau bukan, peduli setan, yang ada dibenak sekarang bagai mana memperoleh materi sebanyak mungkin setiap harinya demi asap dapur yang mengebul bisa makan yang enak-enak hanya sehari dalam seminggu saja sukur,. dipabrik materi lebih populer dari tuhan, lima hari mereka menyembah materi dan hanya sehari menyembah tuhan. Akhir tahun adalah hal yang dinanti selain mayday, karena berkaitan dengan hajat hidup kaum buruh(penetapan upah minimum), akhir tahun juga jadi momentum untuk menyalurkan aspirasi buruh melalui demonstrasi atas pemerintahan yang cenderung merugikan buruh dan itu pasti seakan menjadi agenda wajib, kesejahteraan adalah masalah klasik se klasik teori-teori karl mark, kultur komunis, sejarah proletar atau pun mengenai sejarah pemberontakan kaum buruh, mengenai itu mungkin tidak semuanya tahu, yang pasti menurut mereka(buruh) demi bertahan hidup, memberi makan anak bini dengan cukup dan memberikan mereka kehidupan yang mendekati kata layak itulah hal premier bagi mereka(buruh), masalah lain adalah hal sekunder atau bahkan tersier titik

Kerja di pabrik berat jam kerja enam hari seminggu membuat kami sering sakit...
Penyakit yang umum menyerang mereka(buruh), demam, mencret-mencret, stres, yang paling parah mungkin nyeri tulang kambuhan bahkan hernia(kondoran) dan jika buang air kecil sembarangan tanpa permisi mungkin bisa kesurupan(tenggoran).

Bicara korporasi bicara kasta(hirarki) adalah buruh kasta paling buncit.17:37 masih di sekitaran pabrik
Ada bos besar, bos kecil, personaliah, administrasi, mandor buruh, dan mereka(buruh) yang paling buncit dipandang rendah, seperti sampah sekaligus cikal bakal pembuat onar dipabrik, buruh hanya dipandang tenaga berupah rendah yang tiada harga, buruh itu lusuh, kotor, kusut, urakan, bau atau apalah yang mendekati kata hina, demi tuhan sungguh menyesakkan ketika mendengar pembicaraan yang menyangkut hirarki antar manusia, padahal semua manusia sama, sama-sama berak tai, sama-sama bisa depresi, sama-sama homo sepien dari merangkak hingga berjalan tegak, sama-sama predator, yang berhati kotor.
Aku mulai gerah bila mendengar orang-orang dikantor mulai berbicara hal yang berbau hirarki ketika membahas mereka(buruh),. kata-kata yang membuat kuping nyeri seperti = "ingat kasta kalian lah!", "mereka bukan level kita lah!",..
bukan hanya lewat perkataan saja dari gestur pun bisa terlihat ada diskriminasi yang mereka tonjolkan, dari cara mata melirik dan memandang, atau apalah dan aku muak,.


Hidup ini anugerah atau kutukan 14:10 dua jam setelah istirahat siang
"Inspirasi ku banyak terbuang apa lagi dijam kerja, tapi bila tidak kerja aku makan apa?, makan idealisme ku yang tak seberapa ini? bukankah di berbagai kesempatan sudah kita bicarakan bahwa hal yang ideal tak selalu sesuai dengan realita!, aku hanya mencoba realistis,.. ah sudahlah!",...
“Dimanapun kita bekerja pasti demi mencari uang, itulah tujuan utamanya, kemudian masalah cocok tidaknya, nyaman tidaknya urusan belakangan,.” Mendengarkan pembicaraan Rihaman dan sugian.
 Bicara pekerjaan selalu bersinggungan dengan pendapatan (upah), namun terkadang upah minimum tidak selalu sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, tak jarang malah besar pasak dari pada tiang, upah minimum yang payah membuat mereka(buruh) menjadi korban perbudakan di era modern, apalagi dinegeri ini upah buruh sangatlah rendah, jika ingin mencari buruh murah ya dinegeri ku ini!. budak dan buruh tidak jauh beda jika dizaman dahulu kala budak hanya diberikan makan oleh tuanya tanpa upah/gaji, maka dizaman sekarang buruh di bayar upah/gajinya oleh tuanya, dan hanya cukup untuk makan bahkan tak jarang kurang, minus, kering, bokek, amsiong. Inilah kenyataanya, jika tak percaya silahkan cari tahu, atau jadilah mereka(buruh),. mereka(buruh) sekarang harus dituntut beradaptasi dengan kerasnya hidup, jam kerja yang semula 8 s/d 9 jam bisa berubah menjadi 10 s/d 12 jam sehari, bekerja sambilan ini/itu jadi pekerja serabutan semua hanya untuk bertahan hidup,. bisa makan hari ini lebih penting dari pada memikirkan apa yang bisa dimakan besok atau besok tidak makan sama sekali,. jika ada yang berkata hidup ini anugerah atau kutukan, bagiku keduanya sangat masuk akal, dengan semua kondisi ini jangan mimpi mereka(buruh) bisa liburan ke alaska!.


09:40 Bel coffee time berbunyi para buruh turun dan bermacam ekspresi disana,...
Ada tiga bebunyian bel yang paling kami tunggu dipabrik, bel pulang, bel istirahat, dan bel coffee time, beberapa tahun aku bekerja disini setiap ekspresi wajah mereka(buruh) sangat menarik ketika setiap bel itu berbunyi, ekspresi ceria seperti saling berkejaran dengan sesama mereka, bernyanyi dengan nada yang tak enak didengar, berteriak teriak dengan jargon yang mereka ciptakan dan sering mereka gunakan sesama mereka(buruh), yang lebih konyol lagi meneriaki setiap perempuan yang sesekali lewat disekitaran pabrik secara berbarengan dengan irama sama seperti paduan suara, mungkin itu cara mereka melepas penat, agar tidak terlalu terbebani dengan pekerjaan  mereka yang sangat berat, aku menikmati keanehan tingkah laku mereka sambil sesekali mengikuti ataupun tertawa kecil sendirian, satu hal lagi yang menarik, setiap bel coffee time atau pun bel pulang, beberapa di antara mereka(buruh) pasti ada yang membawa buah tangan berupa sebotol atau dua botol cairan kondensat yang merupakan limbah buangan, setidaknya itu yang kuketahui dari mereka, kondensat ini bisa jadi pengganti bahan bakar kendaraan bermotor, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan premium. setidaknya ini mengurangi beban ongkos transport mereka(buruh), kemudian sisa upah yang tadinya dipakai untuk biaya bensin bisa di alihkan untuk kebutuhan lainya. yaaa lumayan, kondensat gratisan meringankan beban mereka(buruh), yang menghabiskan sisa hidup untuk bekerja sebagai buruh murah dinegeri yang tidak menghargai rakyatnya sendiri. Namun belakangan semuanya tidak berjalan seperti biasanya lagi, kondensat disita dan dibuang karena ketakutan pabrik dengan adanya kasus pejabat pemerintah tentang korup penyelewengan dana penjualan kondensat, orang besar berulah orang kecil pun kena getahnya gara-gara kasus ini keceriaan mereka berkurang tungguan  bahan bakar gratisan setiap hari lenyap, aku turut berduka.

11:10 Masih tentang hirarki terhadap buruh

"Berbanding terbalik dengan bos yang mengajukan pembelian mobil baru yang langsung di acc pabrik, ketika buruh mengajukan pinjaman uang pada pabrik kesan nya diperlambat padahal sangat butuh uang cepat, jika mereka tidak kuat hati, bisa jadi gila atau jadi maling kecil untuk menambah pendapatan demi menutupi upah kecil peilaku-perilaku tak adil yang harus mereka terima"
Tidak cukup hanya dengan jeratan ekonomi rakus yang menambah miskin kaum buruh, akibat upah rendah, atau sistem outsourcing yang masih dipekai dibeberapa pabrik, atau ke naifan buruh yang begitu saja dimanfaatkan bos-bos licik untuk menghimpit nafas kaum buruh sehingga selalu jauh dari kata hidup mewah bahkan layak,..
Aku berada diatas mimbar sambil melintiri kumis dengan jari tangan kanan, sementara tangan kiri mantap memegang pinggang aku berbicara didepan vintage microfon
"Aku skeptis apakah tuhan masih layak dipercaya... apa dia sama saja dengan bos-bos yang selalu tak bisa dipercaya." Dari sekitaran empat puluh orang yang duduk manis sambil terdiam didepan mimbarku, ada seorang lelaki paruh baya berkaca mata hitam ala Keanu reeves dan berkumis sangat tebal setebal pagar kabupaten seperti kata seorang pelawak diserial aneka ria srimulat. Dia berdiri dan langsung bicara dengan lantang…
“ Ya, tuhan memang telah mati.” Tahu kah kalian ternyata pria itu F. Nietzsche
dan kemudian suara bel masuk membangunkan tidur singkat berisikan mimpi yang hampir menobatkan ku menjadi ketua sekte aliran sesat dan secara langsung diresmikan oleh Nietszche dan kawan-kawan.
Mulai ada buruh yang "bimbang",kejamnya hidup,..
Selama system ekonomi rakus dan opresif masih diterapkan oleh pemerintah dan sektor-sektor ekonomi strategis dikuasai oleh infestor atau juga beberapa etnis tertentu maka rakyat yang jadi korban, jangan heran jika rakyat pribumi akan kehilangan tempat dan tersingkirkan dinegeri sendiri, ada kekecewaan terhadap diri sendiri ketika memilih pemerintahan, keluar dari jurang militerisme dan masuk ke mulut neo liberalism FUCK. Namun keputusan yang semuanya sudah terjadi, sekarang tinggal menjalani semua ini dengan lapang dada dan tetap semangat meski berat dan memang berat, karena itu semua berat badan pun turun drastis.

Buruh dibeberapa pabrik, berkisah singkat seputar hari-hari buruhnya
-          “kau lihat dia kan kang. Itu si anu, dia sekarang punya mobil sendiri padahal dia buruh sama seperti kita ya!”
Aku membicarakan si anu dengan teman yang lain lalu di jawabnya

“wajarlah jika dia punya mobil, dia lembur saban hari hingga larut malam sampai jatuh sakit, dan aku hanya ambil lembur seadanya saja. Kau tahu kenapa?, bukanya aku menolak rizki ataupun tak sanggup untuk lembur berat seharian hingga larut, aku bisa saja mengikuti dia, tapi alasanku karena aku punya dua anak yang masih kecil, jika aku lembur saban hari sampai larut, pergi ke pabrik dari rumah pukul 06:00 pagi saat anak-anakku masih lelap tertidur dan pulang larut malam jam 21:00 dari pabrik di tambah 15 atau 20 menit perjalanan sampai rumah. Dan saat aku tiba di rumah kedua anakku pun sudah terlelap tidur, bisa kau bayangkan bagaimana aku bisa kenal anak-anakku atau sebaliknya jika aku rutin melakukan jam kerja ekstra demi mendapatkan sebuah mobil bekas dengan mengorbankan kesehatan dan waktu kebersamaanku dengan anak-anakku. Aku tak ingin mereka tak mengenaliku sebagai ayah. Lebih baik aku kehilangan waktu lembur dari pada kehilangan waktu dengan anak-anakku.

Benar juga apa yang di katakan temanku, memang sesuatu hal yang bernama hidup layak itu berbeda-beda menurut setiap orang, terlalu banyak hal yang relative dihidup ini jadi tinggal kemana arah hidup kita, kita lah yang menahkodai.
-          Ada kasus lain dimana para buruh yang kebanyakan terlalu takut untuk memperjuangkan hak mereka sehingga pihak pabrik dengan kesewenanganya memanfaatkan kenaifan ini, banyak factor yang diantaranya mungkin menurut perspektif saya dimana pengaduan dari beberapa teman yang juga bekerja sebagai buruh :
1. Banyak buruh yang kurang berpendidikan sehingga kurangnya keinginan untuk belajar mengetahui apa saja hak yang mereka miliki, kebanyakan dari mereka hanya tau kewajiban mereka dipabrik tanpa mengetahui hak mereka yang semestinya harus dipenuhi pabrik, bahasa biologinya tidak terjadinya simbiosis mutualism sehingga sangat merugikan pihak buruh.
2. Ketakutan untuk berjejaring, berorganisasi atau berserikat. Ada yang menganggap iuran rutin saat berserikat terlalu mahal, ada juga ketakutan dari sebagian besar buruh disebuah pabrik untuk berserikat atau mengikuti seminar-seminar yang mungkin sangat penting untuk mereka, mungkin ada pressing dari pihak pabrik seperti jam kerja yang ketat juga ancaman yang bersifat menekan, seperti cerita dari teman di bawah ini.
“Bang ada yang ingin aku tanyakan. Kemarin kami disodori kontrak kerja, tapi ada beberapa poin yang sepertinya merugikan kami(buruh). Semoga kau bisa memberi solusi”
“Mungkin aku hanya bisa memberi masukan, masukan serupa yang sudah kuberikan beberapa kali ketika kau tanyakan sebuah solusi untuk masalah yang juga hampir serupa, cobalah untuk berserikat, organisirlah rekan-rekanmu untuk ikut serikat buruh karna itu sangat penting untuk melindungi hak-hak kalian, apalagi ditempat kalian bekerja, pabrik yang penuh tipu daya.”
Percakapan melalui blackberry messenger ini baru dijawab lagi sekitar dua puluh lima menit kemudian.
“Sebelumnya terima kasih untuk saranya bang, mungkin sulit untuk mengordinir rekan sepabrik, karena mayoritas dari mereka takut untuk gabung dengan serikat buruh, karena tekanan dari pihak manajemen pabrik yang mengancam akan member sangsi bahkan sangsi pemecatan bagi siapapun yang bergabung ke serikat buruh, mereka takut dipecat karena tak ada keterampilan lain untuk dijadikan mata pencaharian.”
Saran yang aku berikan seperti serba salah untuk kondisi yang mereka hadapi, terkadang masalah perut kosong yang harus terisi mengalahkan banyak hal. Yah, begitulah kenyataan. Maka yang pasti ada banyak suara yang tak bisa diabaikan.!
-          Pekerja perempuan tak jarang menjadi korban kesewenangan pihak pabrik, secara kasat mata maupun terang-terangan ada saja kelicikan para pemilik modal untuk mengeksploitasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki pekerja perempuan. Tanpa bermaksut membandingkan antara perempuan dan laki-laki.
aku sedih mendengar cerita dari seorang temanku, yang tanpa ia sadari telah di manfaatkan oleh perusahaan tempatnya bekerja, mungkin karena sifat kepembangkangan perempuan lebih sedikit dari laki-laki maka kemudian sisi lembut ini dimanfaatkan oleh perusahaanya untuk kepentingan mereka, terkutuk sekali!
Sore itu disalah satu taman yang ada di kota ku, suasana yang temaram membuat taman sore itu lebih mirip dengan taman mimpi buruk, karena kabut asap yang beberapa bulan ini meracuni kami secara perlahan, semua ini akibat perusahaan pembakar hutan yang biadab, inilah jika negeri dikuasai kapitalis rakyat kecil seperti kami yang pertama kali menjadi korban, mereka menyetubuhi dan menyodomimu sekaligus.
Karena suasana yang berkabut taman agak sepi, teman perempuanku tiba lebih dulu, ketika dia bilang sudah tiba di taman melalui sms, kujawab sedang OTW padahal aku masih di rumah. Dan aku baru tiba lima belas menit kemudian, saat kulihat pertama kali ekspresi wajahnya agak manyun
“Apa kabar cin, sudah lama menunggu ya?. Maaf aku terlambat.”
Basa basi akibat tak enak hati.
“Sudahla bang, pria memang tak pernah tepat waktu.” Wajah manyun sambil mengangkat gelas kopi yang ada disampingnya
“Untung kopi ini manis, bisa menetralisir bosannya menunggu!.” Tambahnya, dengan wajah ketus.
Setelah berbicara panjang lebar akhirnya dia bercerita tentang pekerjaanya dibulan ini yang sudah menumpuk, demi menggantikan pekerjaan temanya yang sedang cuti hamil dan harus diselesaikan akhir bulan itu juga bisa dibilang dead line lah.! Kenyataan itu yang menuntutnya harus mengerjakan pekerjaanya sesempat mungkin dan diwaktu-waktu apapun tak jarang ia membawa serta pekerjaan itu ke rumah, dalam imajinasiku itu terlihat seperti mengembalikanmu ke masa sekolah dulu, mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan bu guru hot yang penampilanya lebih mirip model majalah dewasa. Kalau seperti itu kenyataanya sih, terdengar lebih menguntungkan, namun pada kenyataanya adinda kita yang satu ini sudah dirugikan secara tidak langsung.
“Aku capek bang, akhir-akhir ini kerjaan menumpuk, sampai harus ku kerjakan diluar kantor, termasuk dirumah pun aku masih mengerjakan pekerjaan kantor.”
“Sampe lupa ngebedain antara rumah dan kantor ya cin, Hehehe penesan, becanda.”
“Nggak lucu bang, suwer.”

Campah anak muda.
“Ngerjain kerjaan sampai ke rumah dibayar lembur nggak cin?”
“Nggak bang, nggak kepikiran juga, aku sih mikirnya dari pada ngerjain sampai sore dikantor, mending dibawa kerumah bisa sambil santai gituh bang.”
“Wah harusnya pekerjaan yang dikerjakan setelah jam kerja selesai seharusnya di hitung lembur cin, itu mutlak.”

Gayung pun tak bersambut, si adinda malah memilih untuk tidak menuntut perusahaannya mengenai upah lembur yang seharusnya dia terima dari si perusahaannya yang kurang asem ini, yaah begitulah perusahaan tidak pernah mau rugi, seperti perusahaan pemilik lahan yang lebih memilih membakar lahan untuk menghemat biaya dibandingkan menggunakan cara-cara yang lebih ramah lingkungan, dan jadinya adalah bencana ekologi yang menyebabkan udara menjadi tak layak lagi untuk di hirup, keserakahan itu memang kejam dan ini tak bisa dibiarkan.
 
Adam Sandro
(“Buruh memang terbiasa hidup dengan upah minimum, yang mungkin Cuma mencukupi kebutuhan setengah bulan selebihnya ngutang, jadi upah minimum jangan di buat lebih minimum lagi karna itu akan berbahaya.”_15 Sept 15)

Selasa, 24 September 2013

RUANG BEBAS BACA

Kolektif Kita Bersama RUANG BEBAS BACA :
palembang, 25/09/2013



" Membaca bisa membuat kita menghargai berbagai hal, entah itu yang penting atau pun tak terlalu penting sama seperti bibel yang memandumu,dan minat membaca bisa di bangun "

kolektif ruang bebas baca,mulai terbentuk dari sebuah wacana anak-anak muda di kota palembang yang punya minat yang sama yaitu membaca, dan mungkin juga ada sebuah kekhawatiran di hati mereka dimana banyak anak muda pada umumnya sudah mulai meninggalkan kegiatan yang sangat berguna ini,dimana di zaman ini anak-anak muda lebih memilih menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak penting, mereka lebih memilih kegiatan-kegiatan yang lebih poluler seperti menghabiskan waktu di mall-mall besar yang menjanjikan kebahagiaan semu,atau juga orang-orang tua zaman sekarang yang lebih suka membawa anak-anak mereka di taman-taman bermain yang di sediakan khusus oleh restoran siap saji macam kfc atau mc donald. jika menoleh kebelakang, bagaimana di usia belasan anak-anak karl mark sudah menguasai buku-buku filsafat macam socrates,aristoteles,plato,goethe,atau hegel sungguh bahagia mark memiliki anak-anak cerdas dan begitu sebaliknya,lalu begitu bahayanya jika anak-anak itu tumbuh masif dan menjadi bibit biji perlawanan terhadap kelaliman seperti dalam puisi wiji thukul "bunga dan tembok",namun begitu kembali ke zaman ini sungguh dekadensi terlihat jelas dan membuat anak-anak mereka "orang-orang tua zaman sekarang", lebih mengenal kriuk dan renyahnya ayam goreng tepung kfc dari pada ir. soekarno ataupun bung tomo. sungguh ironis.

dan demi membangun kembali minat membaca, dari ide mereka-merekalah anak-anak muda yang ceria, mereka adalah nandung hariwijaya kasturi beserta istri , , ,
semua berawal ketika disuatu malam mungkin di bulan juli 2013 beberapa dari mereka mulai membicarakan ide awal, yaitu dengan menyediakan ruang baca publik yang mengusung konsep free reading free drink, dimana setiap orang yang mampir ke lapak kita, bisa membaca sepuasnya sambil minum kopi,teh,ataupun susu hangat, tentu saja gratis tanpa ada batasan usia ataupun status sosial tertentu, dan juga tidak melupakan akar awal tebentuknya RBB yaitu ruang kolektif bersemangatkan DIY (do it yourself). berawal dari ide-ide cemerlang inilah kolektif kita Ruang bebas baca lahir,. pada awal-awal pembahasan untuk segala macam hal yang akan kita lakukan kelak, kita sangat butuh sosok yang bisa menerima dan menerjemahkan semua ide-ide gila para muda-mudi di atas, orang yang kita pilih adalah mas Doni Hellcop beliau juga berperan dan semua bahkan siapa saja itu, pria gimbal dan tak terlihat gombal, yang juga seorang aktivis buruh tani paling kece di palembang ini sangat banyak membantu kita dari awal beliau menampung ide-ide dan menerjemahkan semua itu dengan sabar,sosok ayah yang kece,hahaha . kita akhirnya bisa menjalan kan kolektif ini hingga sekarang di minggu ke enam kita mulai tersenyum lega membayangi dan menikmati hasil kerja keras kita bersama,..semoga RBB tetap ada dan selalu berguna untuk siapapun yang membutuhkanya,.tetap semangat dan Do it Yourself
mari ke minggu ke-1




Ruang Bebas Baca Minggu (1)


Di minggu pertama,di tanggal 18/08/2013,sore begitu mendung, dan tampaknya langit tak berpihak pada kita sore ini,dimana kita semua sedang berkutat dengan persiapan awal buat ngelapak pertama kalinya ditaman TVRI,dan hanya kau hujan yang membuat semua rencana ini terlaksana atau tidaknya kelak ya sore ini.
jam 15:30 langit semakin gelap,para simpatisan RBB sudah mulai berkumpul,si salah satu sudut taman,hujan turun,sedikit rintik dan tak lama turun deras,lalu memaksa kita untuk berteduh

di pondokan yang berada di tengah taman TVRI dan tentunya cukup untuk menampung kita,dan sekumpulan anak muda yang membawa reptil,dari mulai kadal,ular,bahkan buaya.jika mengingat komunitas ini, saya jadi teringat perbincangan santai dengan seorang teman di minggu ke enam saat kita ngelapak bareng Menggapai utopia dan Foodnotboms dalam agenda Urban piknik, ketika itu disana juga ada komunitas reptil, teman kita bang Oki saya memanggilnya, beliau bercerita dulu juga pernah membangun taman baca gratis bernama shopimartil dan hampir sebagian besar koleksi buku mereka diperoleh dari hasil shoplifthing, waww!!! begitu kerenya taman baca ini,.dan tentunya saya kagum dengan semangat beliau membangun taman baca dan yang pasti demi tujuan yang mulia, ingat shopimartil jadi ingat Robin Hood. ketika itu dia berbicara orang-orang itu hanya bisa memelihara,merantai,dan memamerkan reptil-reptil itu tanpa mencari tahu apakah populasi atau habitat hewan malang ini sedang terancam punah oleh ulah manusia, beberapa saat kemudian dia berjalan ke arah komunitas tersebut, melihat, berbicara sebentar dengan mereka, dan tak berapa lama kemudian mereka bubar, begitulah bang Oki, lalu beberapa saat sebelum kita berpisah sore itu dia meminjam buku Senjakala berhala dan anti krist nya nietzsche punyaku dan aku meminjam buku Orang aneh nya Albert camus miliknya.
kembali keminggu pertama, dan hujan semakin deras, maka,maka,dan maka kita hanya bisa berteduh di pondokan menanti hujan redah dan menggerogoti logistik buat ngelapak sambil membahas kembali RBB membagi tim kemudian siapa saja orang-orang yang ditunjuk ke dalam tim pencari benefit,tim pengumpulan buku,tim publikasi,dll dan tentunya semua itu tetap berjalan secara fleksibel jadi kita semua bisa ke tim mana saja, semua bekerja sacara kolektif untuk membangun Ruang Bebas Baca,..
Sesungguhnya membaca juga bisa membuat kita mengetahui dan mengoreksi diri,.dan seperti kata Socrates "jika seseorang tidak pernah mengoreksi dirinya maka sesungguhnya orang itu tidak pantas hidup"
sampai jumpa di minggu ke-2 dan seterusnya....





 Ruang Bebas Baca Minggu (2)


 


"Ketika membaca dalam ruangan yang nyaman kita mulai merasuki kemudian melarutkan diri dalam cerita, maka kata-kata akan membisikan ketenangan, ketika membaca diruang terbuka apa salahnya untuk di coba meski konsentrasi sulit didapat kita bisa alihkan konsentrasi untuk mengajar,membacakan cerita,berbagi bersama,atau sekedar memasak air untuk menyeduh kopi hangat, sehangat kebersamaan di ruang bebas baca"


kompak mas nandung dan mbak sella
lapak pertama di minggu ke-2


kak adam dan adik-adik yang mengunjungi RBB
Pagi, baca lovers kita kembali bersama di minggu ke dua, dengan semangat yang dipenuhi antusias
pagi ini dengan ditemani lagu-lagu Endah N Rhesa diawali midnight sun,
kemudian I don't remember, dan segelas teh yang mulai dingin, ketika tulisan ini dibuat hari ini sabtu pagi minggu ketujuh dan besok semangat ngelapak lagi kawan...
banyaknya kata remember di lirik lagu I don't remember Endah n Rhesa  membuat saya kembali teringat agenda RBB di minggu kedua yang hampir saja tidak terlaksana mungkin karena kesibukan di antara kita-kita, tapi ketika beberapa dari kita mas nandung dan mbak inge menyamangati supaya agenda harus tetap berjalan semangat kita yang semula pesimis kembali membara seperti lantunan lagu "tanpa ragu" milik #Absolute zero yang lumayan mampu menjadi katalis untuk memicu sesuatu,dan terjadilah minggu kedua RBB tanggal 25/08/13 .
saya dan dadan duduk di salah satu sudut taman TVRI ceria. duduk berdua berkutat dengan rasa bosan, menunggu kawan yang lain, pukul 4 hingga hampir menjelang 5, kita putuskan kembali ke pondokan kemarin untuk membuka lapak seadanya, dengan koleksi buku yang masih alakadarnya tanpa persiapan peralatan dapur RBB untuk memasak dan meramu minuman. hanya ada segelintir buku dan jangan harapkan minuman gratis maka nikmatilah kebengongan kita berdua, sore yang tak ada hujan juga tak ada keceriaan teman yang lain suasana yang janggal dan sepertinya tak ada tarian bahagia sore ini.
namun semua kegundahan kita berdua sirna ketika anak-anak mulai mendatangi lapak sederhana kita, kemudian disusul inge,mas nandung dan istri dengan membawa minuman dingin yang lumayan bisa menutupi kekurangan di minggu ini. maka kesederhanaan di minggu ke dua lumayan berhasil.
maklum kemarin di minggu pertama kita gagal ngelapak akibat terkondisikan cuaca, jadi ketika di minggu kedua ini melihat ada yang datang di lapak, sungguh menyenangkan!!! mungkin seperti perasaan menyenangkan yang dialami Christopher Mccandless waktu pertama kali menginjakan kakinya ke Alaska,..
I read somewhere how important it is in life not necessarily to be strong but to feel strong 
 _Christopher McCandless
terkadang setiap kita terlihat kuat dari luar,untuk menutupi kerapuhan yang kita alami di dalam diri kita, dan mungkin ketika kita sudah kehabisan cara untuk menguatkan diri kita sendiri, maka kita membutuhkan sesuatu yang bisa menguatkan kita, dan untuk mendapatkan itu ada berbagai cara kawan, bagi saya berkumpul dan melakukan sesuatu untuk RBB, melihat keceriaan kawan-kawan, ketulusan yang tak terlihat palsu untuk memberikan sesuatu hal kecil yang berguna pada anak-anak atau orang-orang yang ada dalam lingkungan kekeluargaan yang baru kita bangun di RBB, merupakan salah satu cara yang cukup bisa membuat kita selalu kuat kawan!.
semoga kebersamaan kita terus terjaga. dan sampai ketemu di minggu ke-3 ya baca lovers.



 Ruang Bebas Baca Minggu (3)


 


"Keceriaan yang penuh warna, menciptakan kolektivitas setiap minggunya lihat lah aku mengagumi semua ini, aku jatuh cinta pada semua ini, dan aku tak bisa beranjak dari sini, karena aku ingin selalu disini ditengah-tengah keluarga baru yang indah ini"

free reading free drink
lapak RBB

free read free drink ada yang minum dan membaca


















Terdapat 7 hari dalam satu minggu, enam hari kita berjibaku dengan rutinitas masing-masing, entah itu kuliah juga bekerja,bayangkan jika di akhir pekan mu hanya kau habiskan untuk suatu hal yang tidak terlalu penting, betapa beban rutinitasmu semakin menumpuk, akhir pekan di hari minggu sudah kita serahkan untuk membangun kolektif ruang bebas baca, disini lah kita terus belajar banyak hal, berbagi apapun, kerja sama tim, bertukar pikiran, bertemu orang-orang baru, hal menyenangkan dan menyebalkan, semua lengkap dan tercipta pada hari minggu yang ceria tentu saja bukan di acara "meledak 2012" seperti lelucon kawan kita nandung, tapi di taman TVRI  dam agenda ruang bebas baca, selain membaca dan mendapat pengetahuan baru, kita pun mendapat hal lain yang tak pernah kita kira sebelumnya, kita semua bahagia disini semua yang kita lakukan sejak awal hingga di minggu ke 3 ini tidak sia-sia setidaknya sedikit hal kecil yang kita lakukan,bisa berguna untuk orang banyak, minimal dilingkungan kita ruang bebas baca,.
di minggu ke 3 ini terasa beda ini pertama kali kita ngelapak di tengah taman setelah dua minggu di pondokan, disini tantangan lebih menguji kita semua, perlahan kita mulai dapat melihat apa-apa saja yang mesti kita benahi untuk kedepanya.
dan tanpa kita sadari, kita harus tetap maju, tidak boleh ada kata mundur "sebeb mundur adalah penghianatan"_Ernesto guevara
maka sampai ketemu di minggu ke 4 yang tak kalah ceria baca lovers


suasana minggu ke-3
"Teruslah semangat kawan-kawan, dan teruslah semangati kakak-kakak asuh kalian adik-adik tercinta, yang sudi meluangkan waktu bermain kalian untuk sekedar datang ke lapak kita, jika kakak-kakak asuh kalian tidak cukup sabar saat menghadapi tingkah lucu kalian, maafkanlah mereka, karena sebenarnya mereka sangat tulus demi sedikit harapan agar kalian berguna kelak lalu sadarilah bahwa mereka semua kece dan keren"





Ruang Bebas Baca Minggu (4)





"Bagi siapa pun yang mulai lelah untuk menjalani akhir pekan dengan kegiatan pada umumnya, di sini kami menawarkan suasana baru yang beda, maka datanglah menuju kami dan rasakan sendiri apa hal beda itu"

Pada minggu ke empat ini pastinya kita selalu di berikan kebahagiaan, semua tampak seperti sudah ditakdirkan dan berjalan begitu saja, semua disetiap minggunya berjalan dengan sendirinya, seperti sudah memiliki tugas masing-masing dengan saling pengertian tanpa ada kata-kata perintah yang menyabalkan.
jika di dunia nyata seperti dunia belajar dan dunia kerja terdapat hirarki nyata, maka disini di dunia beda, tentu saja semua orang terlihat sama tanpa ada hirarki yang harus membedakan status sosial tertentu, kita semua belajar menjadi sesuatu yang berguna dengan   cara kita sendiri ...

kakak-kakak di ruang bebas baca
semoga kakak-kakak selalu seceria ini
bayangkan jika di sekolah meluangkan minimal dua jam kelas membaca di luar kelas atau di ruang terbuka, mungkin taman-taman kota akan lebih berwarna, hingga setiap mata memandang maka kita tak hanya melihat hal-hal hedon yang tak perlu, seperti ungkapan yang dikatakan Epikuros hal hedon yang perlu adalah makan dan yang tak perlu adalah makan makanan enak dan mewah, dan dengan siapa kita makan lebih penting dari pada dengan apa kita makan, karna menurutnya berkumpul dan berbincang-bincang untuk membina persahabatan bersama kawan-kawan jauh lebih menguntungkan dan dapat mencapai ketenangan jiwa,..mungkin di tambah dengan melakukan hal yang berguna bagi orang banyak demi melengkapi pendapat Epikuros tarsebut...maka akan benar-benar tercapailah "Ataraxia : ketentraman jiwa yang tenang,kebebasan dari rasa risau,dan keadaan yang seimbang"
_Epikuros
Kemudian lengkapilah hari minggumu dengan kebahagiaan yang ditawarkan dalam suasana kekeluargaan yang selalu ceria di Ruang Bebas Baca,..sampai jumpa di minggu ke-5

Bersambung Bruuuuwww!!!!!!


 



 Ruang Bebas Baca Minggu (5)





"Hal baik yang ditimbulkan saat membaca ketika kita membutukan ide adalah, memberimu bahan berupa sedikit imajinasi yang akan datang padamu dengan menunggangi awan, bukankah itu kece kawan!, maka bangunlah minat baca karena efek sampingnya sangat berguna"

Minggu kelima, setelah menghabiskan sebungkus coklat ratu perak chunky,dan dua batang rokok akhirnya selesai juga memasukan dan mengatur letak foto-foto kenangan diminggu kelima,semoga buku "orang aneh" Albert camus cukup manjur di tengah dalu menanti dini hari seperti sekarang ini dan aku berharap mendapat sedikit inspirasi meskipun belum selesai membaca cerita bagian 1(buku orang aneh yang tadi kubaca),...

kembali kulihati foto-foto ini di minggu kelima, untuk sedikit mengingat kejadian yang bisa diluangkan dalam tulisan, seperti gunung everest yang bertambah tinggi sekitar 0,5cm/tahun, jadi sejak pendakian pertama tahun 1953 telah bertambah tinggi setidaknya 25,4cm, setiap tahun bertambah dewasa, do'a kita pun semoga seiring waktu berjalan RBB semakin dewasa dari minggu pertama hingga sekarang di minggu ke lima dan semakin memotivasi kita untuk lebih berguna lagi bagi siapapun yang butuh kita,...

diminggu ini kita tetap hadir dengan formasi andalan kita yaitu ruang baca publik gratis, minuman hangat gratis, dan kelas belajar anak-anak dari kawan-kawan RBB, kita masih nyaman dengan formasi ini, dan tidak munutup kemungkinan jika suatu saat kita akan menambah bukan mengganti, formasi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih varian mengingat masing-masing dari kita adalah anak-anak muda tangguh yang memiliki ide-ide super
saya jadi ingat moment ketika melihat keindahan pemukiman yang disinari lampu pada malam hari yang menggambarkan efek titik-titik berpijar bagaikan lautan bintang saat di perjalanan pulang dari semarang ke palembang "sungguh indah", hanya kata itu yang mampu mewakili perasaan dan berterima kasih sekali kepada tuhan dengan semua karunianya atas keindahan yang kau perlihatkan pada ku, juga pada Thomas alva edison yang telah menemukan lampu pijar demi melengkapi keindahan itu!,.
" menurutku ketika merasakan bahagia dan takut membuat kita teringat akan sesuatu yang berharga, dan saat melihat keindahan yang membuat ku merasa bahagia aku jadi merindukan ruangbebasbaca yang sudah dua minggu kulewati "
bagi ku RBB begitu berharga semoga kakak-kakak yang terlibat di sana juga berfikiran demikian, tugas kita semua untuk membangun sesuatu yang punya tujuan sangat mulia,...
Tetaplah solid kawan-kawan...tunggu kami di minggu ke-6




 Ruang Bebas Baca Minggu (6) 





" Menanam adalah melawan, waktu batu, persepolis, kumpulan puisi tentang hujan, senjakala berhala,psikologi marah, aku ingin menjadi peluru, bank kaum miskin, botany, menolak menunduk, lupa endonesa, kumpulan buku pelajaran, kumpulan zine, semua akan menuntun anda ke ruang pengetahuan yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya, mereka akan membawa kita ke fakta yang belum kita ketahui dan sebenarnya layak kita ketahui, karena membaca itu penting "


kak icha sedang mengobati anak asuhnya

Membaca memang tak bisa kita paksakan, RBB hanya menyediakan sarana membaca untuk umum dan semoga itu sedikit membantu untuk membangun minat baca yang mulai di tinggalkan, sedikit manipulasi persepsi, agar pengunjung mengerti bahwa membaca itu sangat berguna, dan hingga minggu ke-6 ini saya sadar jika membangun minat baca itu sangat sulit, dan itu tugas kita RBB.



RBB dan kebersamaan 1
RBB dan kebersamaan 3



RBB dan kebersamaan 2






Alhamdullillah ya kawan-kawan, setiap minggunya masih ada yang mengunjungi lapak RBB, berarti itu sadah menunjukan bahwa lingkungan sudah menaruh minat untuk membaca dengan datang ke taman TVRI palembang untuk mengisi waktu luang di akhir pekan dengan mendatangi lapak RBB, ketika orang-orang mulai datang sungguh menyenangkan apalagi jika mereka membaca buku yang sudah kita sediakan,. cukup berhasil setidaknya di skala kecil di lingkungan kita. jika anda melihat foto-foto di kegiatan RBB pasti anda-anda memiliki persepsi yang beragam dan kita sangat bersyukur sambutan masyarakat sangat positif karena tujuan kita pun sungguh positif,.
pukul 08:30 pagi kita sudah bergegas ke kifpark kambang iwak,.minggu ke-6 ini kita bersatu-padu bareng Menggapai Utopia dan juga Foodnotboms dalam agenda Urban Piknik,.bayangkan piknik kota bersama kawan-kawan di temani dengan lapak-lapak buku benar-benar terlihat luar biasa, dan setelah kita datang ke lokasi ternyata kawan-kawan urban piknik belum tiba dan itu luar binasa,..
pada akhirnya piknik kota baru dimulai pukul 10 lewat dan benar-benar kelewatan dari janji awal pukul 08:00, kita memaklumi itu dan yang pasti agenda Urban Piknik berjalan lancar, hanya saja masyarakat palembang masih tampak aneh melihat kegiatan-kegiatan positif seperti ini, mungkin kegiatan kita ini tak biasa bagi mereka, bisa dibilang minat mereka sangat kurang,! masyarakat pada umumnya mungkin lebih suka dengan kegiatan-kegiatan yang lebih resmi dan diselenggarakan di super-duber mall dengan sponsor-sponsor resmi serta dimeriah kan artis ibu kota macam ayu tingtong atau si bulu mata lebay syahroni,.dan mereka masyarakat pada umumnya, juga anda-anda dan anda orang-orang tua pada umumnya secara tak langsung menularkanya pada anak-anak anda kebiasaan-kebinasaan yang tak perlu seperti ini secara masif,..andai saja anda-anda orang tua pada umumnya menularkan pada anak-anak anda kultur yang lebih berguna seperti membaca, piknik kota, belajar berkolektif yang baik, balajar mengahargai sesuatu apapun itu, pasti anda-anda dan anda tidak akan jadi orang-orang tua yang menyebalkan. bukan kah kita sudah cukup hidup di dunia yang menyebalkan. dan tugas kita RBB tentunya untuk mambangun kembali minat membaca, dari usia belia, karena sekali lagi membaca itu sangat penting biarpun sedikit menjenuhkan,.tetapi bila ditemani kakak-kakak kece di RBB mungkin ceritanya akan beda,...
Urban Piknik kita lalui dengan berbincang-bincang tentang membangun kolektif, tentang kebersamaan yang masih malu-malu minuman hangat makanan-makanan hangat dan kita tutup dengan hamdallah semoga kebersamaan ini terus terjaga kawan-kawan, tanpa foto-foto kenangan kita mengakhiri agenda Urban Piknik dengan senyum gembira, pesta selanjutnya jam 15:00 di taman TVRI bersama kita Ruang bebas baca pun kembali seperti sebelumnya,...

suasana minggi ke enam yang luar biasa
bang maksum lagi membimbing membaca




Jam 15:00 kita meninggalkan agenda Urban Piknik,.disana ketika melewati lokasi taman TVRI terlihat adik-adik yang sudah menunggu kita dan kita baru bisa datang jam 15:45 mungkin!, maafkan kami adik-adik,.dan jika boleh diceritakan kondisi saat itu kira-kira seperti ini,..banner baru selesai dipasang,.buku-buku diletakkan ditempat biasanya dapur mini sudah siap,secara kolektif kita pun mulai bekerja, maksum mulai mengajarkan membaca, begitu pula ica dan vew yang sibuk dengan adik-adik asuhnya yang mulai minta dibacakan cerita atau minta diajari membaca, bob sibuk menerangkan kepada orang-orang yang datang apa itu RBB, dedi dan yang lain mengawasi buku, dadan sibuk memotret, saya mondar-mandir memperhatikan sekitar sambil sesekali kedapur untuk membantu inge dan yunge dan begitulah kira-kira kolektif kita tetap bahagia sampai suatu ketika di akhir agenda seorang preman kampung berkedok punk membuat onar di lingkungan lapak kita,

"Dengarlah kawan-kawan ku yang masih dikaruniai kemampuan untuk berfikir, punk itu bukan preman kampung yang suka buat onar, preman kampung itu tak layak disebut punk karena tingkah lakunya yang memalukan, punk itu sangat keren dan pantas diapresiasi, preman kampung itu sangat norak dan pantas mati,.lalu kemudian jangan salah persepsi".!!!

Dan dengan segala rasa saling menghargai,. marilah dengan langkah pasti kita menuju minggu ke-7 dan seterusnya,...




 Ruang Bebas Baca Minggu (7)





"Berkolektif bisa menimbulkankan keceriaan,. keterikatan emosional dan kebersamaan yang menjadikan kekeluargaan, tanggung jawab dan kemandirian yang menghilangkan tinggkah manja, kesadaran saling memberi, ide-ide, perselisihan pendapat, pencarian solusi yang tepat melahirkan imaji dan kreatifitas, berkolektiflah rasakan sensasi beda dan semua itu menyenangkan,.."

RBB minggu ke-7
Minggu ke-7,hmmm minggu ke-7 saya seperti bingung untuk menuliskan minggu ke-7, karena sudah sangat banyak sekali yang terjadi mendekati minggu-minggu ini, selain mungkin masalah evaluai juga ada sedikit kontradiksi antara kawan-kawan di lingkungan RBB mengenai masalah media komersil yang mulai masuk sedikit dalam di tubuh RBB,..
siang ini hari kamis 10/10/2013 tanggal 10 hari keberuntungan,.ditemani lagu-lagu
pengunjung anak-anak yang semakin ramai
dari The Smiths, kita lanjutkan minggu ke-7, sedikit gambaran minggu sangat ramai pengunjung, dan bisa dibilang minggu paling ramai dari minggu-minggu sebelumnya, puji tuhan kita sangat bersyukur dengan semua karunia ini, minggu ini begitu spesial, karna selain kelas belajar kita juga mulai berani ber inovasi dengan mengadakan kelas mewarnai, meskipun ada sedikit salah informasi dari banyak pengunjung sore itu, yang menganggap kelas mewarnai yang kita adakan sebagai lomba mewarnai,..jika boleh disampaikan minggu ini
kegiatan membaca di ruang publik

minggu paling meriah dari minggu ke-1 sampai ke-6, paling ramai dan beberapa kawan kita mulai kerepotan menghadapi pengunjung yang datang. terutama kawan-kawan yang berada di dapur mini,. tentu akan lumayan banyak evaluasi yang harus kita lakukan di masa-masa awal terbentuk hingga RBB berjalan hingga saat ini, ada banyak yang harus diselesaikan selain masalah-masalah baru yang mulai tumbuh yang harus benar-benar kita selesaikan,banyak hal kawan, yang mesti kita cari solusi agar kedepan tidak lagi terjadi hal-hal yang sudah terjadi sebelumnua,. jadi kesimpulan kecil yang didapat di minggu ke-7 ini, lapak kita semakin ramai, kita berhasil melakukan inovasi baru dengan kegiatan kelas mewarnai, dan kita tentunya berbahagia sekali, namun dibalik semua itu ada banyak lagi hal yang perlu kita perbaiki demi kelangsungan RBB di kemudian hari, terutama di dapur mini, yang saya rasa tak mungkin lagi memasak menggunakan kompor gas lipat yang biasa kita gunakan untuk di gunung karena kapasitas memasaknya yang sedikit dan juga kita butuh cerek yang lebih besar, karena alat yang kita pakai kemarin membuat kita tak lagi mampu melayani pengunjung yang mulai membeludak,.
selain masalah dapur mini kita, kita juga punya masalah pada jumlah koleksi buku yang mulai menumpuk, sudah hampir mencapai 400 buku, dan lama kelamaan mobil merah kak dedi juga tak akan sanggup jika terus-terusan menampung buku tersebut, disini kita juga butuh tempat untuk mengadopsi buku-buku kita yang mulai banyak,. dan tentu saja itu tugas kolektif dan harus kita fikirkan bersama-sama, maka jalan akhir yang tepat adalah kita semua harus berkumpul bersama membicarakan apa saja yang masih harus kita miliki untuk menutupi kekurangan kemarin, alhamdulillah ya,. kawan-kawan yang peduli dengan kolektif kita RBB sudah mulai banyak, RBB sangat banyak terbantu oleh kehadiran orang-orang kece ini, mereka semua cukup serius dan antusias untuk membangun kolektif kita,.

kelas belajar mbak vew
Setelah semua ini terjadi dan berjalan hingga minggu ke-7,.mungkin sebagai penutup diminggu ini tentunya, saya tutup dengan 11.666 kali ucapan terima kasih untuk kalian semua nyawa yang telah bekerja keras untuk kita RBB,.
Tuhan terima kasih untuk semua jalan karuniamu yang mengarahkan kita domba-domba tersesatmu ini,mempertemukan kita semua menuju kearah jalur yang sebenarnya,juga untuk semua individu yang sepenuhnya terlibat sehingga menjadi kolektif yang keren seperti sekarang ini, kita semua ada karena adanya kebersamaan dan dan perselisihan, yang penting bagaimana kelak kita terus
di atas tampak keramaian dikelas mewarnai

membangun Ruang Bebas Baca ini, juga tak pernah bosan-bosanya saya berkata tetap semangat dan Do It Your Self Bruww,. maka kita lanjutkan minggu ke-8

kalian boleh mengabaikan kita, kalian boleh melupakan kita, kalian juga boleh mengatai kita, tapi kita akan tetap kembali dan ada

" Hanya pada saat kau mengabaikanku sepenuhnyalah, maka aku akan kembali kepadamu " _Zarathustra
suasana yang merindukan dari RBB



  Ruang Bebas Baca Minggu (8)





 " Mereka memburu berita seperti Gabriel Van Helsing memburu Dracula itulah media komersil, ketika cara-cara persuasif tak bisa meyakinkan kita untuk memberi mereka berita, maka mereka mencuri-curi dalam diam tanpa peduli apa yang mereka beritakan sesuai dengan apa yang kita jalani selama ini, mereka hanya punya kepentingan selebihnya mereka tak kan peduli keberadaan kita, karna tujuan kita bukan publikasi melainkan edukasi maka kolektif kita tak perlu media komersil, kita bisa menciptakan media kita sendiri media tandingan yang tak kalah keren, tetap Do It Your Self RBB "



Buku koleksi kita
Terbangun setelah baru tertidur sebentar membuat kepala terasa pusing, hampir sama ketika mengetahui hal yang sesungguhnya tak perlu kita ketahui terlalu dalam, tetlalu banyak tahu itu tak baik, dan terlalu banyak membaca itu dianjurkan, semoga dini hari yang panas ini, tidak membuat inspirasi dan gairah menulis ini terpenjara oleh belenggu keangkuhan suasana panas yang tak mengenakkan pagi ini 00:35 WIB
RBB minggu ke-8

karena masih di suasana Idul adha apa salahnya kita saling memaafkan, anggap semua perselisihan yang tak perlu kemarin sebagai bumbu yang semakin melengkapi rasa dari semua tekad kita demi membangun RBB bersama-sama.

Masalah-masalah yang kita hadapi dari minggu ke minggu semakin bertambah, dan jika terus dibiarkan malah akan semakin meruncing, masalah yang paling meruncing diantara sekian banyak masalah media luar yang ingin tahu apa itu RBB, malasah ini terus menjadi katalis dan semakin sering memicu terjadinya benih-benih perselisihan di internal RBB,.termasuk saya pribadi yang tidak peduli seberapa pentingnya peran media di luar internal RBB (media komershit), yang saya pedulikan adalah kelangsungan hidup kolektif kita RBB, dan saya juga lebih mensuport adanya keinginan kawan-kawan di internal RBB yang ingin membentuk media alternatif (media tandingan), dan mungkin itu lebih keren,.jika memang ingin melibatkan media komershit harus ada kesepakatan yang tak merugikan kita tentunya pihak yang rentan dimanfaatkan oleh kepentingan-kemunafikan segelintir setan di garis profesi ini, kita sebagai kolektif harus pandai-pandai melihat sesuatu yang mungkin bisa merugikan kita di kemudian hari, kita tak perlu mengutamakan publikasi dan jika itu memang perlu untuk kita, percayakanlah pada media tandingan yang kita miliki,.
Ingatlah kawan-kawan yang budiman, tujuan awal kita dan bagaimana sekarang waktu telah memilih takdir yang kita jalani di RuangBebasBaca ini, bagaimana semua yang terjadi sekarang tak seperti apa yang masing-masing pikirkan sebelumnya, bayangkan ketika hal buruk benar-benar menimpa RBB, bayangkan ketika iblis kepentingan sudah mengeksploitasi ruang baca publik yang kita bangun dengan keringat kita bersama ini, bayangkan jika kepentingan parpol, pejabat politik,sponsor-sponsor yang tentunya dengan binal meniduri semangat kolektif kita membuat kita menjadi zombie-zombie yang terpaksa tersenyum di tengah kelamin semangat kebersamaan kita yang telah mereka nikmati demi kepentingan busuk mereka,. demi tuhan kawan-kawan ketika prasangka buruk ini benar-benar terjadi bagaimana nasib anak-anak asuh kalian yang menunggu untuk di ajari, dibacai cerita,atau sekedar bercanda, akan terjadi kerinduan dengan kakaknya yang sudah ternodai oleh kebusukan kepentingan yang memicu kehancuran kolektif kita,. demi tuhan jika memang tak sungguh-sungguh perlu berurusan dengan media komershit apa salahnya kita abaikan secara sopan, dan jika memang perlu bersentuhan, maka diharapkan pula semua yang berhubungan denganya bisa mempertanggungjawabkan segala hal yang mungkin atau akan terjadi,..

Kawan-kawan RBB
Mungkin ketika semua polemik mulai menunjukan titik terang, maka ada baiknya kita tetap bersama dalam pelukan erat kebersamaan,..

" Perselisihan pendapat dalam berkolektif itu sangat wajar,. pun begitu pula hal kecil yang tak terduga bisa menghancurkan sebuah kolektif besar sekalipun "

seketika pula saya memikirkan bahan apa lagi yang harus dutuliskan di minggu ke-9, yang tak kalah superior, mari dengan segala senyum bahagia kita sambut minggu berikutnya,....

Semoga RBB selalu berguna

Kesibukan di dapur RBB
Keceriaan yang tak terpungkiri






Ruang Bebas Baca Minggu (9)





" Saya senang berada disini, bisa menambah ilmu dan bertemu teman-teman yang baru, dan taman baca ini harus selalu ada  ya kak!,.."

Kata-kata di atas terucap oleh salah seorang pengunjung anak-anak yang baru datang ke RBB, dan begitulah mungkin kira-kira pembicaraan dia dengan salah satu dari kita " Bob
banyak sekali harapan dan alasan mengapa saya secara pribadi sangat ingin terus berada di tengah-tengah kebersamaan di RBB, mungkin kutipan di atas adalah salah satunya.
Suasana kelas membaca

dengan segala perasaan damai atau ketegangan konflik sekalipun semuanya pasti selalu berusaha dan mengharapkan yang terbaik untuk ruang kita RBB
Minggu ke-9 RBB
















saya pun yakin kita bisa melewati semua masalah yang mulai bervariasi dengan kebersamaan,. minggu ke-9 malam sebelumnya mungkin kita sudah menyelesaikan masalah internal yang lumayan terselesaikan ditengah ketakselesaian, namun semua menghargai yang telah diputuskan bersama pada saat evaluasi semalam,.dan hari ini kita berpesta, hal utama yang dibutuhkan adalah  
(1) Rambu RBB
 Rambu sangat dibutuhkan agar para pengunjung tidak lagi kerepotan ataupun kebingungan mencari apa yang mereka inginkan, seperti jenis-jenis buku. baik buku pengetahuan umum, novel, politik, filsafat, dan juga anak-anak, selain itu rambu juga akan memandu mereka ke mana dapur umum dan juga dimana saja area membaca,.. intinya rambu membaca sangat berguna.
(2) Rundown RBB
Rundown acara juga sangat penting kawan, dengan adanya rundown kita bisa menjadwalkan dengan baik kegiatan apa saja yang akan kita lakukan di minggu ini,.misal waktu membaca jam 3-4 sore,. waktunya minum teh, kopi, atau susu jam 4-4:30, sisanya dilanjutkan dgn kelas mewarnai lalu kemudian beres-beres dan sedikit evaluasi ringan, dengan demikian kegiatan kita akan berjalan dengan cukup lancar yaaahh, minimal cukup lancar lah,...
Suasana kelas belajar
Dapur RBB yang semakin kece

minggu ini kita sudah mengenalkan rambu-rambu membaca biarpun masih sedikit sederhana dipandang, tapi peranya cukup efektif, dapur umum kita pun sudah lumayan kece dengan adanya kompor gas yang lebih memudahkan inge, dedes, sella, dan novi untuk berjibaku disana, selain itu juga vew dan ica tetap di kelas belajarnya, begitu mulianya perempuan-perempuan yang berjuang bersama di dalam RBB, jika melihat ketulusan mereka saya jadi ingat perempuan muda asal chile Camila Vallejo dia merupakan aktivis mahasiswa komunis muda di chile yang menyuarakan pendidikan gratis di chile, " Tidak seperti perempuan-perempuan cantik yang dibayar untuk turun ke jalan pada banyak demonstrasi di jakarta, Camila turun kejalan tulus menyuarakan suaranya demi kepentingan rakyat chile, mudah-mudahan semangat dan niat gerwani-gerwani di RBB sama seperti Camila, dan saya pun yakin mereka sangat tulus dengan segala peran yang biasa mereka jalankan di RBB tetap semangat kakak-kakak Gerwani kolektif Ruang Bebas Baca dan jangan pernah ada kata bosan untuk membangun RBB bersama-sama,.minggu ini ada pembagian hadiah lomba mewarnai yang sudar dilakukan di minggu ke-7,. dan diakhir kegiatan minggu ini kita mengadakan kelas sharing, mungkin sekilas tentang kelas ini, disini anak-anak berinteraksi satu sama lain

Kelas sharing RBB
saling bercerita, dan saling menuliskan cita-cita mereka kelak dan apa alasan mereka memilih cita-cita tersebut, begitulah kata kak ica pembimbing di kelas ini,..
kelas yang menarik dan sangat positif tentunya selain itu juga membuat anak-anak yang datang berani mengungkapkan mimpi-mimpi mereka dikemudian hari,. hasil yang pasti juga bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka di usia dini, salah satu dari anak-anak itu bernama "supri",.dia bercita-cita ingin menjadi pengusaha ikan,alasanya karena dia suka makan ikan!,benar-benar alasan polos yang diucapkan oleh anak-anak,. dan mudah-mudahan kelak cita-citamu tercapai sehingga dikemudian hari kamu bisa menyediakan ikan-ikan yang segar dan bebas formalin minimal untuk dikonsumsi orang-orang disekitarmu ya, adik supri, yang bertujuan mulia...
"Dan terkadang membaca ataupun mendengar hal-hal seperti yang diucapkan adik supri inilah, yang kemudian membuat kita jadi kembali bersemangat, bahagia untuk terus membangun kolektif ini,. dan dengan ini kita sudah memiliki tujuan"
Dengan segala sisa tenaga dan kelelahan kelopak mata, sedikit senyuman setengah murung,saya tutup tulisan di minggu ke-9 ini dengan menarik nafas panjang, semoga kita selalu bahagia mari datang minggu ke-10 , di Ruang Bebas Baca.




Ruang Bebas Baca Minggu (10)





" Aku rasa dulu, beberapa waktu yang lalu, baru-baru ini, atau bahkan sekarang, kita pernah merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung, paling terhina & teraniaya,.maka ketika kita melihat dia dan keseharianya dengan segala macam kekuranganya,.kita pun akan malu dan mulailah menatap cermin untuk belajar makna bersyukur "

Semoga kita selalu di dalam lindungan tuhan,.dan berilah kami segenggam kesehatan serta kepala dingin cair mengalir beragam roh-roh inspirasi, agar bisa terus berkarya dalam hal apapun, Amin


Angga, anak muda berkebutuhan khusus berusia 14 tahun
dan belum bisa baca dan tulis
Memulai kembali menulis tentang ruang bebas baca sangat menyenangkan dan hingga minggu ke-10 ini membuatku semakin antusias, jujur sudah hampir satu bulan ini aku tidak menulis tentang ruang bebas baca, dan sudah terlalu banyak hal-hal yang terjadi didalamnya ada yang masih kuingat dan ada juga yang sudah aku lupakan secara alamiah bukan secara harfiah,hehe
bahkan di minggu ke sepuluhpun tidak ada yang kuketahui kerena aku berhalangan hadir,. dan bahan apa yang ingin aku tulispun tidak kumiliki baik foto-foto minggu ke-10 yang belum juga sampai di tanganku,.jadi aku mulai tulisan ini dengan bahan seadanya yang aku dapat dari file-file yang sudah ada di tangan ku juga dari interview singkat dari teman-teman yang aktif hadir di setiap minggunya.
Minggu ini tentang Angga!,.sebuah tema yang akan menggantikan tema minggu ke-10 yang terlanjur bias dikarenakan tidak adanya materi yang cukup mendukung,...
babarapa dari kita pernah bercerita bahwa diminggu-minggu yang lalu pernah datang seorang anak lalaki,usianya sekitar 13 sampai 14 tahun, dia datang dengan menggendong adiknya yang bernama ajun dengan sebuah kain yang di ikatkan ditubuhnya,. selain keasketikanya yang mengundang perhatian ketika pertama kali datang ke RBB, ada banyak hal yang istimewa dari anak ini yang membuat kita merasa harus lebih sering menatap cermin.
angga yang istimewa adalah anak yang membuat kita RBB menyadari sesuatu dan kita akan berbuat lebih baik dan lebih jauh,.untuk dirinya serta lingkungan lingkup kita, dia seorang anak yang berkebutuhan khusus, fungsi otaknya bekerja sedikit lambat, dan mengalami kesulitan berbicara dengan jelas,.kemudian yang paling memprihatinkan dan yang kemudian membuat kita RBB harus berbuat sesuatu yang lebih untuk dirinya adalah angga tidak mengenal bacatulis, hal yang diluar logika, ayolah!,kita tidak sedang hidup di zaman suku Aztec ataupun era rezim khmer merah Pol pot sungguh ironi di peradaban modern seperti sekarang, masih ada anak-anak yang masih belum merdeka dari buta huruf,.angga hanya salah satu anak yang benar-benar nyata kita dapati dan diluar sana pasti masih banyak sekali yang seperti angga,.lalu siapa yang harus disalahkan?,tapi mungkin bila saling menyalahkan masalah yang seperti ini tak akan kunjung selesai ditengah kesadaran sesama manusia di era informatika ini sudah mulai hilang,.apatis!
banyak hal selain masalah diatas yang membuat kita harus berbuat lebih untuk angga seperti yang sudah sedikit saya ceritakan di atas,.banyak hal sodaraku.!
dan untuk angga ada beberapa opsi yang akan kita jalankan,.
(pertama) Usaha sedikit utopi mengusahakan terus mencari donatur atau pun segala bentuk bantuan untuk menyekolahkan angga secara formal di sekolah anak berkebutuhan khusus.
(kedua) Usaha rasional kita yang mempunyai waktu luang sesering mungkin memberikan kelas belajar khusus untuk angga, secara bergantian.
(ketiga) Usaha yang sangat rasional mungkin dengan menyisihkan sedikit uang jajan ataupun penghasilan kita untuk biaya sekolah angga, yang penting punya maksud baik masalah ikhlas urusan kita dan tuhan.
belakangan diketahui jika biaya sekolah anak berkebutuhan khusus sangatlah mahal,.jika ditanya apa harapan untuk angga tetap angga harus sekolah!,.
mengapa kita harus hidup di tempat yang biaya hidupnya sangat mahal untuk rakyatnya sendiri,.kasihan kita!
apapun sekarang angga harus sekolah,meski di negeri yang biaya pendidikanya sangat tinggi lagi-lagi untuk rakyatnya sendiri,.semoga semua keinginan ini tidak hanya wacana belaka dan semoga pintu rizki itu selalu terbuka untuk mereka yang benar-benar membutuhkanya,.amin
dan kita pergi bersama ke minggu ke-11




Ruang Bebas Baca Minggu (11)





" memilukan, memprihatinkan, atau kata apapun yang pas untuk menggambarkan anak buta huruf di zaman modern sekarang ini,. dan yang pasti terkutuklah kita semua "



Pagi ini mungkin sangat sendu,.cuacanya dingin selepas hujan dan kicauan burung serta alunan nada-nada teaterikal macam gulag orkester, bratislava, my wife lost in the wild ala Beirut melengkapi suasana dimana matahari pagi selalu tampak malu-malu,. dan setelah rutinitas membudaki kita, sehingga membuat banyak orang serasa  seperti menyembah batu dan no time for society maka tanpa sadar kita sudah di minggu terakhir di tahun 2013 yang penuh duka ini.


sayup- sayup hiruk pikuk yang coba kuingat di minggu ke-11, masih ditemani lagu Beirut kali ini berjudul my wife,. sore itu kita didatangi oleh segerombolan pria dan wanita mengenakan baju merah, tapi tentu mereka bukan dari partai komunis atau juga para demonstran buruh garis keras.! karena bisa dilihat dari wajah mereka jika mereka adalah anak-anak dari keluarga baik-baik yang sudah makan asam garam di ruangan ber'air conditioner,..

games untuk memperingati hari sumpah pemuda

mereka menyebut diri mereka kompas muda, yang sedang memperingati hari sumpah pemuda dengan membagi-bagikan merchandise dan berbagi ruang di kelas belajar kami sore itu, ada ketakutan diantara kami jika mereka datang dan membagikan merchandise dengan sebuah pamrih yang sudah sering kita lihat di kehidupan kita yang fana ini,. namun setelah berunding beberapa saat dengan perwakilan mereka ternyata mereka membagikan merchandise di berbagai daerah yang mereka pilih untuk melengkapi dokumentasi dari acara yang sedang mereka galang dalam rangka sumpah pemuda, meski sempat adanya kecurigaan dari kita, namun kegiatan ini sangat kita apresiasi karna masih bersifat mutualism,.


 kita tentu sangat mendukung sekali kegiatan positif ini, dan kelihatanya juga anak-anak sangat antusias dan bahkan saat ditanya apa isi dari sumpah pemuda salah satu dari mereka pun mengucapkanya dengan fasih,..
namun pada kenyataanya kata salah satu kawan kita kepada perwakilan kompas muda, sumpah pemuda pada kenyataanya hanyalah simbolis dan realitasnya tidak akan sesuai lagi jika dipaksakan di dunia kita yang fana pada sekarang ini.


Sumpah pemuda :
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

selamat untuk kompas muda jika tujuan mereka hanya mensukseskan agenda mereka tentang berbagi merchandise secara gratis dalam rangka sumpah pemuda mereka sangat berhasil,. namun jika tujuan mereka untuk memerdekakan bangsa dari segala kelaliman dan membuat kaum muda zaman ini memaknai dangan segenap jiwa raga keheroikan kata-kata dalam teks sumpah pemuda yang lahir tanggal 28 oktober 1928 lalu sangatlah mustahil dan omong kosong besar,. karena pada kenyataanya kita tetap akan menikmati kelaliman itu dari berbagai celah akibat pemerintah yang terlalu durhaka ataupun kepicikan dan kekejaman yang sungguh nyata,. dan kenyatanya masih banyak orang yang terusir dari tanahnya, miskin, kumuh, kotor, lapar, bahkan buta huruf. maka terkutuklah kita,..
jika terasa sangat mustahil menghilangkan pengaruh racun sekaligus, maka lakukanlah perlahan mungkin dengan hal kecil bisa sedikit membantu menghilangkan rasa sakit,.
sampai ketemu di minggu ke-12




Ruang Bebas Baca Minggu (12)






" Di satu provinsi saja ketika pesta pelepasan malam pergantian tahun berlangsung, berapa besar dana yang di habiskan untuk pertunjukan kembang api?,. yang pasti jika dana tersebut dialokasikan kepada mereka-mereka yang butuh biaya untuk sekolah mungkin anak seperti angga bisa sekolah hingga smu,. sekolah gratis bualan besar jika nyata tak kan ada yang buta huruf,. tapi kita harus selalu yakin kalau angga punya rizki sendiri! "





keceriaan di kelas belajar

hujan memaksa kita pindah ke pondokan,.meski begitu RBB minggu ke-12 tetap berjalan,.memang hanya beberapa yang terlihat dan tak semua dari kita bisa datang di setiap minggunya, namun kelas belajar bisa terus berjalan.

dapur RBB di minggu ini tidak beroperasi karena tidak semua perlengkapan yang kita bawa bisa kita keluarkan,mengingat
kita kawan-kawan yang aktif di RBB pun hanya beberapa saja yang produktif, dan jujur kita kekurangan tenaga dikala ada saat
dibeberapa minggu beberapa orang dari kita juga tidak semuanya bisa hadir dan membantu,.
dan tentu jika ada teman-teman yang ingin membagi waktunya untuk bergabung besrama kita Ruang bebas baca bisa mecari tahu di Twitter : @bacaruang dan facebook : RuangBebasBaca
atau bisa langsung menghubungi nomor hp kawan-kawan kita Ahmed maksum : 085267692880
Dadan sodharjan : 085764950029
mengenai kelas belajar kita akan rutin memberikan materi kepada


adik-adik yang datang ke lapak selain itu kita juga sudah mendata beberapa diantara mereka sebagai arsip RBB
mari membaca dan menuju ke minggu ke-13










Ruang Bebas Baca Minggu (13)





" keindahan yang kita lihat dilangit pergantian tahun semalam adalah bualan semu ketika mengingat masih ada orang yang busung lapar, gizi buruk, dan buta huruf disisi berbeda "

  











Tidak terasa sudah menulis hingga ke minggu ke-13 dan semua masih tetap lancar meski masih juga banyak yang harus kita benahi dari minggu ke minggu, waktu memang selalu menuntut kita untuk berkembang dan bergerak maju kali ini untuk kebaikan dan kebersamaan yang tiada henti-hentinya,.
awal bulan di 2014 dan tak terasa pula tahun 2013 yang penuh duka telah kita tinggalkan dan kita tetap mampu bertahan demi mewujudkan mimpi-mimpi bersama karna hanya dengan bermimpi dam bermimpilah kita bisa merencanakan kebahagiaan,.bayangkan jika kita bisa mengingat  alur cerita dari mimpi kita semalam saja bahagianya bukan main apalagi ada banyak mimpi yang coba kita bangun bersama bisa menjadi kenyataan sungguh bahagia dan terpujilah tuhan pemberi segala karunia yang pernah terjadi,..
berbicara mengenai minggu ke-13 ini bukan sekedar berbicara lagu-lagu Beirut yang membuat saya melayang-layang ke planet neptunus kemudian kembali menyapa para alien yang sering saya temui di buku, televisi, atau di dalam mimpi dan saya kagum pada mereka tekstur wajah mereka terkesan masygul kata yang pertama kali saya temukan di dalam novel Albert camus,.jika kembali lagi ke minggu ke-13 kita bicarakan tentang perencanaan kedepan lupakan masalah lagu-lagu Beirut dan juga Alien-alien yang tampak masygul, melihat jumlah buku yang sudah semakin banyak hingga hampir mencapai lebih kurang 400 buku yang pertama kita butuhkan tempat penyimpanan dan kita punya cukup benefit untuk membeli sesuatu yang bisa menyimpan buku dalam jumlah yang banyak dan bisa dibawa kemanapun,.lupakan masalah tempat penyimpanan sejenak,.sekarang kita akan kembali ke agenda utama kita tiap minggunya buakan kembali ke lagu-lagu Beirut yang semakin terdengar di telinga suasana malam yang sudah mulai sepi, dan tenang disini juga tidak ada Alien yang berwajah masygul.

 


 di minggu ini kelas belajar lumayan ramai, dan kebetulan langit sedang cerah yang menciptakan gairah tersendiri dan memberikan energi positif di sore ini,.kelas belajar lengkap dengan kehadiran angga, ayu, dan ajun ini pertama kalinya mereka belajar langsung di taman dan anak-anak lain seperti lasmini, wulan, lena, ayu, supri, davis dll, begitu fokus dengan materi yang diberikan kak Bob dan Maksum, sambil sesekali lasmini dan wulan membantu kak Inge mengajari angga menghafal alfabet
dengan jepretan dingin kak Dadan yang menghasilkan foto-foto keren dan dihangatkan kopi lalu teh hangat buatan kak Dodis dan kak novi,
 
 ini merupakan suatu sinergi yang sangat indah bila dilihat, dan semua ini hanya anda lihat di ruang bebas baca setiap hari minggu di taman TVRI jam 15:00 sore sampai dengan selesai dan atas segala rahmat yang berbuah nikmat pemberian tuhan mari kita melangkah maju ke
minggu ke-14
kelas belajar di Ruang bebas baca pada minggu ke-13






Ruang Bebas Baca Minggu (14)





" Semoga kita selalu bisa menjaga kehangatan di setiap waktu, tentu aku tak ingin kehilangan kebersamaan disini, tentu aku tak ingin patah hati seperti aku kehilangan timor-leste, dan juga tak ingin diabaikan seperti pejuang-pejuang yang berusaha mempertahankanya, semoga tangan tuhan selalu bersama sayap-sayap kecil kita "


Meski secara teknis di lapangan sekarang ini kita lebih terfokus ke kelas belajar dibandingkan lapak membaca namun kita juga tetap membuka lapak dan berharap ada orang yang datang membaca buku, meminjam buku, atau sekedar melihat-lihat buku saja, kita hargai itu
dan harus juga kita ketahui ada banyak faktor yang membuat kita lebih terfokus ke kelas belajar di bandingkan lapak baca, namun seiring waktu keduanya berjalan secara bersamaan, hanya mungkin kelas belajar lebih menarik perhatian pengunjung yang datang karena memang pada dasarnya pengunjung yang datang ke lapak kita di dominasi oleh anak-anak yang biasa bermain disana di taman TVRI dan terkadang mereka sudah lebih dulu hadir dan rela menunggu kita semua, sebuah yang sangat perlu di apresiasi dan itu juga yang menjadi katalis untuk kita terus bertahan hingga ke minggu 14 ini,.

anak-anak yang datang ke lapak ruang bebas baca
Koleksi buku kita yang menumpuk dan kita harus memiliki box besar untuk mengangkutnya,.dan sekarang kita sudah memiliki dua box besar untuk mengangkut buku-buku yang ada.
benefit sudah terkuras untuk membeli dua box besar tempat menyimpan buku, alat-alat untuk operasional di lapangan milik RBB sudah lumayan lengkap, mulai dari Baner RBB, perlengkapan dapur, perlengkapan perawatan buku termasuk box dan bahan-bahan untuk menyampul, tabung gas, dan satu buah galon air,. yang belum kita miliki adalah kompor 

Box besar milik RBB yang kapasitasnya cukup besar

karena kita masih menggunakan kompor milik teman yang kadang bisa kadang juga tidak bisa untuk dipinjam, dengan demikian kita membutuhkan kompor sendiri,.
di akhir tahun menjelang pergantian tahun ini pengunjung semakin menurun, semangat para simpatisan pun mulai menurun, entah karena faktor cuaca, faktor pribadi atau apalah dan yang pasti kawan-kawan yang datang di lapak maupun kawam-kawan yang simpati untuk program belajar angga, ayu, ajun pun yang itu-itu saja

selain butuh kompor kita juga butuh rekrutan untuk mencari simpatisan baru terutama untuk mengisi kelas belajar,. kita memang secara tidak resmi melakukan perekrutan kita hanya melakukanya melalui mulut ke mulut, melalui hand phone, atau juga media sosial seperti face book atau twitter,. lumayan berhasil dan ada beberapa kawan-kawan yang tertarik dan mengisi kelas belajar, namun masalahnya mereka hanya mengisi kelas bahkan datang sekali itu saja, mungkin karna pekerjaan sosial yang tidak harus menuntut seseorang tinggal selamanya di lingkungan kita dan kita semua juga memahami semua itu,. yang pasti dengan niat mereka mau berpartisipasi saja itu sudah cukup berguna, dan tanpa mereka ada pun tidak membuat RBB mati,. hanya kita akan memikirkan cara yang lainya lagi mengenai masalah ini,. karena semakin lama sebuah kolektif itu ada maka akan semakin banyak persoalan yang akan kami hadapi, tinggal sejauh mana kami semua akan tetap survive,.maka sampai jumpa di minggu ke-15




Ruang Bebas Baca Minggu (15)





" Kerinduan!,. mungkin itu yang akan timbul ketika meninggalkan lingkungan yang telah kita bangun bersama-sama dengan semangat berbagi di ruang bebas baca,.ketika kerinduan itu mulai muncul yang membuat kita seperti ditarik oleh sebuah medan magnet kebahagiaan yang akan menghilangkan beban rutinitas yang membelenggumu setiap hari,.biarpun efeknya hanya sehari,dan sehari inilah diakhir pekan kita luangkan waktu untuk kebahagiaan itu, marilah kawan "

Games-games yang berbau pengetahuan masih menjadi andalan untuk berbagi kebahagiaan

Pagi ini hari minggu pertama di bulan februari 2014,.dan di pagi ini saya ingin berdoa meminta kepada tuhan agar bencana alam yang sedang terjadi di negeri kami mulai dari bencana banjir di berbagai daerah di pulau jawa dan meletusnya gunung sinabung di sematra utara yang merupakan bencana nasional di tahun ini, semoga bencana cepat berakhir dan semua korban dapat tabah dan kuat menghadapi bencana yang sedang menghantui ini ini merupakan Tragedi nasional,.. dan satu hal yang pasti kita semua berduka atas kejadian ini,..dan ini semua sebuah teguran dari tuhan mungkin inilah takdir yang harus kita terima,.semoga kita selalu dalam lindungan tuhan,.



azab menghantuimu.
bebal mengaburkanmu.
tabur garam kepada luka,
membuat duka menjadi murka.
bebal mengaburkanmu.

irasional! irasional! ini mulai melelahkan.

tragedi, adalah melestarikan kebebalan.

Tragedi, By : Seringai


dan mereka ini bukan para personil dari band seringai melainkan para simpatisan  Ruang bebas baca






kelas belajar ruang bebas baca di minggu ke-15









Mencoba sedikit merelaksasi pikiran dengan mendengarkan lantunan dari Coldplay yang sangat saya sukai,.mereka keren seperti teman-teman ruang bebas baca yang sangat mengispirasi terlahirnya tulisan yang penuh dengan cerita ini,.pagi menjelang siang, di minggu ke-15 kita tetap fokus dengan kelas belajar karena hingga sejauh ini, adik-adik masih memfavoritkan kegiatan belajar sembari bermain bersama ini, saya pribadi menyebut kelas belajar di RBB ini sebagai kelas bahagia karena dijamin membuat anda awet muda serta membuang jauh-jauh stres yang diakibatkan rutinitas,. jika ingin dikalkulasikan sudah banyak tawa yang tercipta dari kelas bahagia ini,. dan sudah banyak orang yang menyumbangkan tawa bahagianya, dan lalu itu semua menambah kekuatan yang sedikit demi sedikit sudah kita bangun bersama-sama di ruang ini!, ruang bebas baca.




Saya mengajak anda untuk memandangi setiap foto kegiatan RBB, setiap bahasa yang terdapat dari setiap foto yang ada ditulisan ini mengandung arti tersendiri yang mungkin sulit untuk diterjemahkan hanya kita lihat dan foto itu seperti menjelaskan dengan sendirinya kepada anda,. sungguh jika melihat foto-foto ini tidak akan pernah terbayangkan jika segala yang terjadi di RBB berawal dari sekedar wacana anak-anak muda yang ingin mencoba sesuatu yang baru,. dan bisa kita saksikan dan nikmati bersama semua hasil yang telah kita bangun bersama, sungguh indahnya berkolektif demi kebersamaan yang membahagiakan,. hingga minggu ke-15 ini kita semua sangat bersyukur dan selalu bersyukur karena segala hal baik yang telah kita bangun berbuah indah seindah pesta balon hias warna-warni dan juga senyuman adik-adik di minggu ke-15 maka kemudian jangan pernah ragu untuk maju terus menuju minggu ke-16 dan seterusnya,.




Ruang Bebas Baca Minggu (16)





" Entah itu senior atau pemain baru, persetanlah dengan hirarki!,. maka diwaktu yang akan datang akan lebih baik jika ruang bebas baca dan media yang bagai gula dan semut ini saling mengoreksi diri sehingga tercipta rasa saling menghargai "






















Rasanya ingin melupakan masalah ini, tapi kenyataanya media yang memulai kembali masalah yang menurut saya pribadi sangat sensitif ini, kesalahan penulisan pada berita atau penulisan apapun tanpa klarifikasi bisa mengakibatkan hilangnya respek terhadap individu atau golongan bahkan bisa mengakibatkan sentimen yang exstrim,. dalam hal ini mengenai penulisan berita terhadap kolektif kami,sungguh tidak benar sebuah kolektif yang bekerja secara DIY yang masing-masing dari anggota memang memiliki tugas tertentu yang pastinya dikerjakan secara fleksibel dalam artian setiap orang di sini bisa melakukan pekerjaannsecara bergantian dan bekerja dengan inisiatif sendiri demi kepentingan bersama dan tanpa ada perintah ataupun pemberi perintah dan disini mengharamkan sistem hirarki antara bos dan bawahan, persetan dengan itu dan persetan dengan berita yang kalian tulis, maka disini antara terima kasih dan kebencian menjadi buram maka saling introspeksi diri lah jalan terbaik!.





















Di beberapa kesempatan ketika minggu-minggu awal kegiatan kita, beberapa dari kita sudah cukup sering melakukan evaluasi yang  intinya untuk menentukan prinsip yang akan kita tegakkan sebagai fondasi ruang bebas baca dan beberapa progran kerja yang perlu kita lakukan kelak
Maka dari itu kita telah menentukan prinsip yang akan kita jalani adalah, pertama mengenai sikap kita terhadap media komersil,. dengan kesepakatan bersama kita menentukan bersikap fleksibel dengan media selama itu tidak merugikan kolektif kita,. dan prisip kedua mengenai segala hal yang berbau sponsor apapun itu kolektof kita akan menolak,.
Selain itu kita juga menentukan program kerja yang pertama, mensosialisasikan RBB, meski rencana awal untuk mensosialisasikan dengan cara pergi kesekolah-sekolah dengan utama sasaran  kawula muda belum sempat terlaksana hingga sekarang,. namun kita berhasil mensosialisasikan RBB melalui media solsial, atau melalui flayer-flayer yang kita buat, juga dari kawan ke kawan yang ada diruang lingkup kita,. dan alhamdulillah sekarang ruang bebas baca sudah cukup dikenal. proker kedua adalah menyampul buku, meski belum seluruh, bahkan setengah dari buku yang kita miliki tersampul, yang pasti sudah ada sebagian dari buku yang kita punya juga sudah tersampul,. melihat semua yang kita rencanakan dari awal lumayan berhasil dan menunjukan progres yang sangat menyenangkan,.maka mari kita langsung munuju minggu ke-17



Ruang Bebas Baca Minggu (17)





Pagi semua, semoga hari ini menginspirasi dan selalu memberikan energi positif yang diperlukan untuk menciptakan banyak tawa lalu membuat kita semakin awet muda,. semoga dan tetap jaga diri anda semua,.

Tetap ceria
kelas belajar
lapak baca gratis RBB
Dapur publik yang disediakan RBB
 Aku rasa kata selamat pagi saja lumayan cukup tanpa harus ada seorang jagoan yang kalau dia memang jago kenapa harus pakai "an" atau cabe-cabean yang kalau memang dia juga cabe kenapa harus pakai "an",. dan aku rasa kita harus tetap sederhana seperti kebersamaan keluarga kecil ruang bebas baca yang menurut saya,. selalu terlihat ceria,..
tentang minggu ke-17 dan akan saya ceritakan dengan singkat padat dan jelas,.di awali dengan sore cerah idaman setiap remaja kota yang coba ingin menghibur diri di akhir pekan,.
awalnya saya melihat seorang teman yang sedang asik sendiri, yah dadan sedang asik merobek kertas bekas menjadi 14 potong kemudian masing-masing kertas dituliskan juga 14 aksara atau simbol atau abjad yang menghasilkan kata-kata indah yang lumayan akrab di kepalaku "ruangbebasbaca", setelah tersenyum melihat karya kecil teman kita, kuhirup udara taman kota yang kami cintai ini sebentar lalu kulihat bob sedang memotret kelas belajar,. hari ini kita ada kelas bahasa inggris ringan untuk adik-adik,. lapak buku yang mulai rapi, dan beberapa remaja, ibu-ibu, juga ibu-ibu lai dengan anaknya yang meminjam buku koleksi kita,. pemandangan ini cukup membuat bahagia,. ditempat lain di pondokan yang memang biasa kita gunakan sebagai dapur umum ada teman-teman yang sedang memasak air, untuk membuat kopi dan juga teh yang menjadi menu wajib kita ketika membuka lapak baca.
di akhir minggu ke-17 ini ada potret kebersamaan yang tak mungkin terlupakan dan inilah ruang bebas baca anda bisa melihat dan merasakan sendiri kebahagiaan yang kami lukiskan lewat tulisan ini, dengan datang sendiri ke lapak kita wasallamuallaikum dan mari menuju minggu ke-18











Ruang Bebas Baca Minggu (18)






ibu selalu mengingatkanku untuk menjalankan sholat,.selalu memberi hal terbaik,meski tak jarang kita abaikan,..rela menahan lapar agar anaknya tak kelaparan,..seperti kata2 di novel hujan punya cerita tentang kita,”diam2 kutitipkan harapan pada beribu2 rintik hujan”,.kali ini utkmu bu!…




Video dokumentasi RBB minggu ke 18


Selamat siang semua, mari kembali ke cerita dari minggu ke minggu kolektif ruang bebas baca.
maaf karena keterlambatan penulisan untuk cerita di setiap minggunya, maklum ini akibat dari penulis yang kurang produktif juga dikarenakan ada berbagai hal yang terkadang menjadi sedikit halangan untuk penulisan tentang kolektif kita yang tercinta ini,.
dan minggu ke 18 ini sangat spesial bagi ibu-ibu di seluruh dunia karena kita semua memparingati hari ibu,. tentu saja akan ada hal spesial di RBB setiap minggunya yang tentu saja memberikan pengalaman baru bagi anda yang baru saja turut berpartisipasi untuk kolektif ini.

terutama di minggu ini kawan-kawan, minggu ini adalah peringatan hari ibu sangat spesial untuk saya untuk partisipator RBB, juga untuk adik-adik kita yang selalu kita cintai,..

\
Suasana ceria di minggu ke-18

adik-adik yang hampir selalu ada di setiap minggunya
Diminggu ini seperti biasa kita tetap menghadirkan lapak baca gratis, dan RBB serasa begitu tak lengkap tanpa adik-adik yang selalu antusias dan penuh keceriaan saat menyambangi lapak baca gratis yang kami buka,. sore ini cuacanya cerah cuaca sore yang sangat kami dambakan ketika ingin melapak..suasana taman kota cukup ramai ramai oleh anak-anak bersama dengan orang tuanya mengingat ini adalah taman umum yang mengutamakan wahana bermain bagi anak-anak .

kali ini kami memanfaatkan pondokan yang terdapat di bagian tengah taman,. minggu ini tetap dengan agenda kelas belajar bercampur games seru dari kakak-kakak partisipatoris yang selalu bersemangat meski cuaca panas, hujan, atau bahkan bila mungkin bersalju mereka tetap bersemangat dan selalu bekerja kolektif demi kemajuan RBB dan demi membangun minat baca dan belajar bagi kawan-kawan atau adik-adik yang sudi datang ke lapak baca kita ini,.

kelas belajar minggu ke-18
 Jika setiap minggu spesial maka satu hal yang membuat minggu ini layak di sebut sangat spesial, yaitu bertepatan dengan hari Ibu,.berbicara tantang  seorang Ibu, pasti sangat identik dengan tugas yang begitu dimuliakan baik didunia maupun di akhirat,. maka berikanlah ibu-ibu kami di surga yang paling indah yang engkau punyai wahai Tuhan ku yang sangat kami sayangi,.
meski tak semua ibu baik hati, karena banyak juga ibu atau calon ibu yang tek berhati karena mereka tega menggugurkan janin buah kenikmatan sesaat yang membuat mereka hina.
Ucapan selamat hari ibu dari salah seorang partisipator RBB

atau bahkan tega membuang bayi yang baru saja ia lahirkan ke tempat-tempat yang juga hina yaitu ke comberan atau tong sampah maka terkutuklah mereka,. sungguh ini hanyalah kebejatan manusia karna hewan pun tak mungkin membuang anaknya, sepertinya manusia perlu banyak belajar dari hewan,.
terlepas dari itu semua kami semua bangga mempunyai ibu-ibu yang sangat hebat dan jika di deskripsikan sebuah buku pun tak cukup untuk menceritakan tentang ibu maka di hari yang berbahagia ini, mari sama-sama kita ucapkan selamat hari ibu,.dengan segala pengorbanan yang telah mereka berikan untuk segala kemanjaan kita yang kadang tak tahu malu, akan kekuatan mereka yang sangat mulia,. selamat hari ibu.
mari kita meloncat lebih jauh di minggu ke-19



 Ruang Bebas Baca Minggu (19)
 
 


" Untuk masalah kepedulian tidak perlu hanya dengan kata-kata, bila anda benar-benar peduli tunjukanlah bahwa anda benar-benar peduli bukan untuk bahan pembenaran,. maka kemudian seiring berjalanya waktu akan tampak siapa yang benar-benar peduli dan siapa yang palsu,. Tuhan maha menunjukan maka itu aku tak percaya berhala "
Terima kasih kemurahan BAM
angga dan ayu sedang mewarnai bersama kak inge


  Minggu ke-19, saya mencoba mengabari sedikit kabar tentang angga anak berkebutuhan khusus beserta adik-adiknya ayu dan ajun, yang semula kita perjuangkan untuk sekolah atau minimal mendapatkan pendidikan selayaknya. ketika membicarakan ketiga anak ini yang kita pikirkan bagaimana memberikan pendidikan kepada mereka karena sungguh ironis melihat latar belakang angga yang masih buta huruf di usianya yang sudah beranjak remaja.
kita sudah melakukan apapun untuk mengusahakan pendidikan mereka mulai dari mengajari mereka secara bertahap minimal dua hari dalam satu minggu,. lalu setelah menjalani tahap itu beberapa minggu bahkan beberapa bulan kita terkendala dengan tenaga pengejar yang tidak pasti bisa setiap waktu ada untuk mengajari mereka, dan juga diantara kita pun tidak ada para pengajar ahli dalam mengatasi anak kebutuhan khusus dan akhirnya kita putuskan untuk mencarikan sekolah yang mau menerima mereka secara gratis atau bahkan kita yang akan menutupi biaya sekolah mereka secara kolektif, kita semua dan ada beberapa teman yang benar-benar berusaha dengan sungguh-sungguh dan peduli dengan masa depan mereka akhirnya bisa mendapatkan sekolah untuk angga dan adik-adiknya ini,.kemudian kita coba serahkan sepenuhnya masalah pendidikan ini kepada kedua orang tuanya agar mereka mempunyai inisiatif untuk masa depan anaknya, dan juga kita tidak selamanya akan menolong mereka, saya rasa kita sudah cukup berusaha untuk mereka mencarikan sekolah gratis untuk anak-anak mereka tinggal mereka yang bertugas mengantari anaknya sekolah hanya mengantari dan tidak lebih dari itu,. kita hanya ingin melihat mereka mandiri dan mendapat pendidikan yang menjadi hak mereka,. intinya kita coba melepas mereka agar tidak ada ketergantungan dengan RBB bukan merarti kita semua membuang mereka dan bagi kawan-kawan yang mengikuti perkembangan mereka di RBB pastilah paham akan apa yang kita lakukan sekarang,. semoga orang-orang terdekat mereka menghargai semua kerja keras kolektif yang benar-benar kita fokuskan untuk angga dan adik-adiknya ini,.
semoga menjadi anak-anak yang berguna kelak adik-adik,..
mari melanjutkan minggu ke-20



Ruang Bebas Baca Minggu (20)






" Setiap minggu di ruang bebas baca merupakan anugrah meski terkadang ada saja yang membuat suasananya sedikit tidak mengenakan,. namun kegiatan ini sangat positif "
 
hujan turun

dapur publik
Minggu ini hujan turun lumayan derasnya,. praktis kita hanya bisa menanti hujan redah di hari minggu yang selalu menebar keceriaan ini,. semua menghampiri pondokan untuk berteduh, lalu agenda apa yang bisa kita lakukan, di cuaca yang dingin ini kompor publik sangat berperan penting, lalu sore ini kita habiskan dengan berbincang santai dengan minum kopi dan teh hangat tidak lupa menyampul buku-buku kita yang sempat kita bawa ngelapak di minggu ini,..


hri ini hari bersantai ria tanpa ada kelas belajar dan adik-adik yang datang,. tampak di luar pondokan tiara, sari, dll sedang berlarian dan menyapa kita sehabis mereka mencari rizki dengan cara mengojek kan payung di kala hujan,karena lokasi taman yang bersebarangan dengan pusat perbelanjaan yang lumayan populer di kota palembang,. adik-adik semoga rizki kalian selalu lancar ya,. amin
lalu kita tinggalkan minggu ke-20 menuju minggu ke-21















Anak-anak haram yang dipelihara waktu

Anak-anak haram yang dipelihara waktu Anita dan aku duduk di bawah satu-satunya pohon yang tersisa di pinggir trotoar di sudut pere...