Sabtu, 06 Juli 2013

AKU SUDAH CUKUP MENGENAL PATAH HATI SAMA SEPERTI AKU MENGENAL AROMA TUBUHKU

070713,0352AM_Adam Ibrahim 


Entahlah aku harus memulai dari awalan dan akhiran apa,seolah aku ini manusia yang tak lagi mengenal kata tabu,bukan tak mengenal mungkin tak peduli,seperti ke tak pedulianku pada lagu Indonesia raya yang menurutku tak lagi realistis dengan kehidupan ku sekarang ini,.mendengar bait pertama lagu pun aku ingin muntah,”Indonesia tanah air ku” di mana banyak rakyat yang terusir dari tanahnya dimana jika tak membayar iuran air bersih tepat waktu kau tak kan dapat air minum,air untuk mandi,bahkan air untukmu buang hajat.saat menuangkan ini aku sedang patah hati…sama seperti lima jam yang lalu,setengah tahun yang lalu,satu setengah tahun yang lalu,dua tahun,tiga tahun,atau enam tahun  yang lalu,…ketika aku mulai mengenal perasaan suka pada perempuan saat itulah kata patah hati mulai akrab datang padaku seperti candu,aku pun selalu terjebak pada iming-iming keindahan yang ditawarkan pada awal kisah,tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi kelak,pada kenyataanya yang terjadi tetaplah patah hati,.dan pada kata patah hati aku mulai bisa menyesuaikan diri,aku sudah cukup mengenal patah hati sama seperti aku mengenal aroma tubuhku,.


Pada sifat dasar kemanusiawian yang tak bisa kuhindari,aku mulai mengenal perasaan suka,pada perempuan ini aku mendapatkan segalanya,aku mendapatkan teman berbagi cerita,aku mendapatkan perasaan risau kekhawatiran ketika ditinggal seberapa waktu yang merupakan kerinduan,aku mendapatkan segalanya,rasa saling memiliki,kenikmatan bercinta,tawa,tangis,keterpurukan,bahkan dendam,dan kebencian. semua yang belum pernah kurasakan dalam hidup,.pada perempuan ini semuanya begitu kompleks,sampai pada suatu ketika semua terasa tawar,ketika di tampat yang berbeda percakapan pun mulai datar,dimana disudut ruang gelap aku merindukanmu dan di tempat yang jauh disana tubuhmu bergoyang liar bermandikan keringat disusul desah keras nafasmu yang mulai tak sabar menanti klimaks orgasme diatas tubuh pria lain,.ketika aku mengetahui perempuan yang aku tiduri hampir setiap hari menghianatiku,yang kurasakan adalah patah hati…


Ketika tak tahu lagi akan kuapakan perasaan gamang yang gelap menyelimuti sinar di diriku,aku bertemu perempuan ini,seperti pada awal kisah yang indah aku mempertaruhkan semua logika ku demi menitipkan harapan semoga kelak takan ada lagi patah hati,.tuhan aku berharap pada perempuan ini,.ketika semua kenangan pahit mulai sirna,tergantikan oleh hari-hari kebahagiaan yang nyatanya sesaat,lalu hilang,kemudian kembali,lalu hilang,kembali lagi,kemudian hilang,seperti menaruh harapan di depan muka perompak,aku tetap berharap,sampai pada suatu ketika beberapa jam yang lalu,keceriaan begitu sirna dengan cepat ketika teman ku bercerita begitu tegas saat mencumbui perempuan ini,mencumbui tubuh molek perempuan yang setiap waktu selalu aku ingat,hampir selalu hadir dalam doa ku,dan mimpi ku,perempuan yang benar-benar ingin kulindungi,perempuan yang pertama kali aku suka sejak pertama betemu denganya,di malam yang bangsat ini aku kembali patah hati,.dan saat aku menuangkan ini aku sedang patah hati,...sama seperti lima jam yang lalu,setengah tahun yang lalu,satu setengah tahun yang lalu,dua tahun,tiga tahun,atau enam tahun  yang lalu,…ketika aku mulai mengenal perasaan suka pada perempuan saat itulah kata patah hati mulai akrab datang padaku seperti candu aku pun selalu terjebak pada iming-iming keindahan yang ditawarkan pada awal kisah,tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi kelak,pada kenyataanya yang terjadi tetaplah patah hati,.dan pada kata patah hati aku mulai bisa menyesuaikan diri,aku sudah cukup mengenal patah hati sama seperti aku mengenal aroma tubuhku,. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak-anak haram yang dipelihara waktu

Anak-anak haram yang dipelihara waktu Anita dan aku duduk di bawah satu-satunya pohon yang tersisa di pinggir trotoar di sudut pere...